Jakarta, Harian Umum- Gerindra dan PKS memastikan tetap akan berkoalisi di Pilpres 2019. Kedua partai ini bahkan tengah memfinalisasi nama capres dan cawapres yang akan didaftarkan ke KPU pada Agustus 2018 mendatang.
"PKS hampir 95% bersama Gerindra di Pilpres 2019. Saat ini kita sudah tahap finalisasi siapa capres dan cawapresnya, bahkan secara mayor sudah ada wacana agar saat deklarasi capres-cawapres, juga diumumkan kabinetnya, sehingga (rakyat) tidak terkesan beli kucing dalam karung," jelas Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera dalam dialog bertajuk 'Politik Copras Capres' di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (21/4/2018).
Ia membantah isu kalau koalisi dua partai ini retak karena katanya, antara Gerindra dengan PKS bukan hanya punya hubungan institusional, tapi juga personal.
Sebab, saat PKS dipimpin Anis Matta, hubungan Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto dengan PKS sangat baik. Begitu juga setelah kepemimpinan PKS beralih ke Sohibul Iman.
Tak hanya itu, kata Mardani, saat ini PKS juga berkoalisi dengan Gerindra di lima Pilkada serentak yang digelar 2018 ini, dan PKS nyaman dengan koalisi ini, bahkan optimis dengan hasil kerja yang dilakukan.
"Jadi, kami kepada PKS, dan kita percaya kepada Gerindra," tegasnya.
Ketika ditanya apakah PKS tetap akan berkoalisi dengan Gerindra meski Prabowo tidak memilih satu pun dari sembilan nama Cawapres yang ditawarkan PKS? Mardani mengiyakan.
"Selama soal Cawapres ini dimusyawarahkan, tidak ada masalah bagi PKS, karena sebagai mitra koalisi, Gerindra tidak bisa bertindak secara sepihak, PKS pun begitu," katanya.
Sementara itu, soal kesiapan Prabowo untuk nyapres di 2019, dipertegas Ketua DPP Gerindra A Riza Patria.
Ia membantah kalau ketua umum DPP Gerindra itu belum mendeklarasikan diri sebagai Capres setelah menerima mandat dari para kader dari DPC dan DPD se Indonesia.
"Pada 11 April 2018, masalah pencapresan itu sudah selesai karena setelah menerima mandat Pak Prabowo mengatakan; " Saya Prabowo Subianto siap menerima tugas, amanah untuk menjadi capres dengan sepenuh tenaga, jiwa dan raga". Jadi, apa yang dikatakan Pak Prabowo ketika itu bukan hanya deklarasi, tapi sudah ijab kabul," tegasnya.
Ia juga memastikan bahwa jika mengacu pada ketentuan president threshold sebesar 20% suara nasional, sebagai partai peraih suara ketiga terbanyak di Pileg 2014, Gerindra hanya membutuhkan satu partai koalisi.
"Dengan PKS saja sudah cukup, namun tidak menutup kemungkinan partai lain seperti PAN dan Demokrat untuk bergabung," tegasnya. (rhm)





