Seoul, Harian Umum - Sedikitnya 176 dari 181 penumpang pesawat Boeing 737-800 Jeju Air dikabarkan tewas akibat kecelakaan pesawat itu di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan, Minggu (29/12/2024) sekitar pukul 09:07 waktu setempat.
"Pejabat di Korsel menyampaikan sebanyak 176 orang tewas akibat kecelakaan Jeju Air pagi tadi. Sejauh ini korban yang teridentifikasi baru 22 orang," kata BBC.
Badan Pemadam Kebakaran Nasional Korsel terus memperbarui jumlah korban tewas Pesawat Jeju Air yang diketahui membawa 175 penumpang dan enam awak pesawat.
Yonhap melaporkan, dua orang awak pesawat diselamatkan dari reruntuhan dan dibawa ke rumah sakit, dan pihak berwenang mengatakan tiga orang lainnya belum ditemukan.
'Operasi pencarian akan terus berlanjut untuk menemukan tiga korban lagi," kata media itu.
Dalam video yang ditayangkan oleh media lokal, pesawat Boeing 737-800 bermesin ganda itu tampak meluncur di landasan pacu bandara tanpa roda pendaratan.
Pesawat kemudian menghantam dinding, dan meledak dan kemudian terbakar hebat.
Saat meledak, serpihan-serpihannya berterbangan ke sekitar tembok yang ditabraknya.
Pihak Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Korea Selatan yang mengawasi keselamatan penerbangan, mengatakan, menara pengawas Bandara sempat mengeluarkan peringatan bird strike pada pukul 08.57 waktu setempat.
"Saat mencoba mendarat di landasan pacu No 1, menara kontrol mengeluarkan peringatan serangan burung dan pilot mengumumkan mayday tak lama setelahnya," kata kementerian tersebut.
Para pejabat mengatakan, menara kontrol memberikan izin untuk mendarat di arah yang berlawanan di landasan pacu, setelah itu pilot mencoba mendarat dengan tanpa roda dan tergelincir hingga melewati landasan pacu untuk kemudian menabrak dinding.
Insiden ini merupakan kecelakaan udara paling mematikan yang melibatkan maskapai penerbangan Korea Selatan selama hampir tiga dekade. (man)


