Jakarta, Harian Umum - Pengamat Politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun, menyarankan Golkar agar mempertimbangkan secara matang bila ingin mengusung kadernya untuk bertarung di Pilgub Jabar 2018.
Pasalnya, Dedi Mulyadi, kader Golkar yang diusung di Pilkada itu, belum bisa melangkahi elektabilitas Deddy Mizwar (Demiz) ataupun Ridwan Kamil (RK).
"Golkar perlu berpikir keras untuk mengusung calon gubernur, karena data riset menunjukkan tokoh Golkar di Jawa Barat belum mampu melampaui elektabilitas Deddy Mizwar dan Ridwan Kamil," katanya seperti dikutip dari ROL, Rabu (27/12/2017).
Menurutnya, peluang yang paling mungkin bagi Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar adalah pada posisi wakil gubernur, jarena peta kekuatan politik dan pola koalisi Jawa Barat sudah mengarah pada kompetisi antara blok Demiz, RK dan Sudrajat, sehingga Golkar tinggal memilih berkoalisi di antara koalisi calon gubernur tersebut.
"Golkar hanya punya peluang mengusung calon gubernurnya jika manpu membangun koalisi dengan partai lain, karena kalau mencalonkan sendiri perolehan kursinya tidak memenuhi syarat untuk maju," imbuh dia.
Seperti diketahui Golkar telah menarik dukungan dari RKl dan beralih mengusung kadernya sendiri yang saat ini menjabat sebagai bupati Purwajarta, Dedi Mulyadi.
Berdasarkan survei Poltracking terkait tingkat keterpilihan beberapa nama yang telah mencuat untuk Pilgub Jabar 2018, RK berada pada persentase tertinggi, yakni 24,2%, dususul Demiz (7,1%), Dedi Mulyadi (4,3%), Dede Yusuf (1,4%), dan Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum (1,3%).
Nama lain yang mendapat persentase di bawah 1% di antaranya Desy Ratnasari, Susi Pudjiastuti, Netty Prasetiyani Heryawan, Rieke Diah Pitaloka, Daniel Mutaqien, Cellica Nurrachadiana, dan Ahmad Syaikhu. (rhm)







