Jakarta, Harian Umum - Massa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Rabu (3/9/2025), menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat dengan mengusung tema "Runtuhkan Ketidakadilan Struktural, Wujudkan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia".
Ketua Umum DPP GMNI, Sujahri Somar, mengatakan, permasalahan di Indonesia saat ini berakar pada ketidakadilan struktural.
"Ketidakadilan tidak lahir secara alamiah, melainkan dipelihara oleh sistem yang menyimpang, kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat, serta birokrasi yang korup dan arogan," katanya di sela-sela aksi.
Ia menambahkan, masalah ketimpangan terlihat dari praktik hukum yang tajam ke bawah, tetapi tumpul ke atas.
"Padahal, polisi, jaksa, dan hakim seharusnya menjadi pelindung rakyat, bukan penjaga kepentingan oligarki," tegasnya.
Berikut tuntutan yang diusung GMNI dalam aksinya;
1. Menegaskan sikap bahwa bangsa Indonesia harus menjunjung persatuan dan kesatuan dalam menghadapi dinamika dan gejolak yang terjadi.
2. Menuntut pemerintah Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto segera meruntuhkan ketidakadilan struktur ekonomi dan mengembalikan prinsip ekonomi Pancasila.
3. Menegaskan sikap bahwa negara harus segera meruntuhkan ketidakadilan struktur sosial dan segera mengembalikan prinsip Sosialisme Indonesia.
4. Menegaskan sikap bahwa negara harus meruntuhkan ketidakadilan struktur hukum dan politik untuk segera mengembalikan pada prinsip negara hukum yang berlandaskan demokrasi.
Massa GMNI tiba di DPR sekitar pukul 14:00 WIB, bersamaan dengan berakhirnya aksi Aliansi Perempuan Indonesia di tempat yang sama.
Mereka membawa spanduk bertuliskan "Geruduk Gedung DPR RI" yang kemudian dipasang di pagar gerbang utama DPR.
Mereka juga menempelkan spanduk lain yang menuntut penghapusan tunjangan anggota DPR RI dan pengesahan RUU Perampasan Aset. (man)


