Jakarta, Harian Umum - Kebijakan Presiden Joko Widodo alias Jokowi menetapkan proyek pembangunan Pantai Indah Kapuk (PIK) dan Bumi Serpong Damai (BSD) City sebagai dua dari 14 proyek strategis nasional (PSN) menuai kritik.
Chief Executive Officer Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda, menilai, penetapan itu ada kaitannya dengan unsur politkk.
"Unsur politis sepertinya kental. Kriteria penetapan PSN sepertinya mulai bergeser," kata Ali seperti dilansir kumparan, Sabtu (23/3/2024).
Menurut dia, dengan status PSN sebuah proyek mendapat dukungan dan keuntungan dari pemerintah seperti mendapat jaminan pemerintah.
PSN juga diberikan untuk mempercepat pembangunan.
Dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2020, PSN adalah proyek yang memiliki dampak pada pemerataan pembangunan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Menurut saya BSD dan PIK tidak dapat dilihat sebagai jangka pendek, dan urgensinya (dijadikan PSN) tidak terlalu penting karena telah dikembangkan oleh swasta," kata Ali.
Ia juga melihat PIK dan BSD tidak seperti PSN yang umumnya berupa kawasan industri dan infrastruktur, karena saat ini BSD city dan PIK telah tumbuh menjadi pusat pertumbuhan yang dikembangkan oleh pengembang besar nasional.
"Terlepas dari faktor politis, karena kedua proyek tersebut terkait dengan pengembangan IKN, sebenarnya sah-sah saja Presiden Jokowi menetapkan kedua proyek tersebut meskipun tanpa itu pun maka pengembangan telah berjalan dengan baik," kata Ali.
Untuk itu, dengan masuknya kedua proyek ini sebagai PSN, Indonesia Property Watch menilai harus ada nilai lebih yang dapat dimasukkan agar menggerakkan ekonomi dengan cakupan nasional.
"Selain itu Indonesia Property Watch menilai PSN juga harusnya memasukkan proyek-proyek skala kota di koridor timur sebagai basis industri yang tidak tersentuh dalam PSN kecuali proyek-proyek infrastruktur, bendungan, dan lainnya," pungkasnya.
Untuk diketahui, kebijakan Joko Widodo itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai Rapat Terbatas (Ratas) bersama Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (18/3/2024).
PIK adalah proyek hunian modern yang dibangun Agung Sedayu Group di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara. Proyek ini milik konglomerat Sugianto Kusuma alias Aguan; dan Aguan adalah ketua konsorsium investor untuk proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.
Sedang BSD City dibangun PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) yang merupakan anak perusahaan Sinarmas Group. Sinarmas termasuk salah satu dari 10 perusahaan yang menjadi anggota konsorsium investor proyek IKN yang dipimpin Aguan.
Perusahaan lain yang masuk konsorsium itu adalah Salim Group,, Pulau Intan, Adaro Group, Barito Pacific, Mulia Group, Astra Group, Kawan Lama Group, dan Alfamart group.
Total investasi mereka di IKN mencapain Rp20 triliun.
Selain PIK dan BSD City, berikut 12 proyek lainnya yang juga ditetapkan Jokowi sebagai PSN baru:
1. North Hub Development Project Lepas Pantai Kalimantan Timur
2. Kawasan Industri Wiraraja Pulau Galang di Batam
3. Kawasan Industri Toapaya Bintan, Riau
4. Kawasan Industri Patimban Industrial Estate Subang
5. Kawasan Pesisir Surabaya Waterfront
6. Proyek Jalan Tol di Section Harbour Road II Jakarta Utara
7. Proyek Jalan Tol Dalam Kota Bandung
8.Kawasan Industri Giga Industrial Park, Sulawesi Tenggara
9. Kawasan Industri Kolaka Resource, Sulawesi Tenggara
10. Kawasan Industri Stargate Astra, Sulawesi Tenggara
11. Kawasan Neo Energy Morowali, Sulawesi Tengah
12. Kawasan Industri Neo Energy Parimo Industrial Estate Sulawesi Tengah.
(man)


