Teheran, Harian Umum - Seorang pilot pesawat jet tempur siluman Amerika Serikat (AS), Jumat (3/4/2026), ditangkap setelah pesawatnya ditembak jatuh Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), dan pilot itu dapat menyelamatkan diri dengan parasut.
Penangkapan pilot itu terungkap berdasarkan laporan koresponden Tasnim News Agency di Kohgiluyeh dan Provinsi Boyer-Ahmad di Iran barat.
"Laporan menunjukkan bahwa seorang pilot AS telah ditangkap oleh pasukan militer Iran," kata Tasnim.
Koresponden Tasnim menjelsskan, setelah jet tempur canggih Amerika itu meledak karena dihajar rudal yang ditembakkan IRGC pada Jumat pagi, pilot tersebut melontarkan diri dan mendarat di wilayah Iran
"Koresponden kami menambahkan bahwa ada indikasi bahwa Amerika yang percaya pilot tersebut mungkin masih hidup, mencoba untuk mengeluarkannya dari perbatasan Iran. Namun, beberapa sumber mengatakan pilot tersebut kemungkinan telah ditangkap oleh pasukan Iran,' kata Tasnim lagi.
Sebelumnya, IRGC mengumumkan bahwa pada Jumat (3/4/2026) Angkatan Udara-nya menembak jatuh pesawat tempur F-35 AS. Ini merupakan penembakan kedua setelah sebelumnya, pada 19 Maret 2026, IRGC menembak pesawat sejenis.
Info terakhir menyebutkan, jet tempur yang ditembak jatuih itu milik skuadron Lakenheath.
Belum ada respon pusat komando AS terkait penangkapan ini. (man)


