Jakarta, Harian Umum - Advokat senior yang juga mantan ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), Eggi Sudjana, Selasa (16/9/2025), membedah buku yang ditulisnya sendiri dengan judul "Teori Eggi Sudjana: OST JUBEDIL (Jujur, Sistematis, Toleran, Jujur, Benar, Adil) di Taman Ismail Marzuki (TIM), Menteng, Jakarta Pusat.
Bedah buku ini menghadirkan tiga narasumber. Selain Eggi, dua narasumber lainnya adalah Muslim Arbi dan Habib Dodi.
Ratusan orang hadit dalam acara ini, termasuk tokoh-tokoh seperti politisi senior PDIP Beathor Suryadi, pengacara Firman Tendry Masengi, Pengamat Intelijen dan Geopolitik Amir Hamzah, dan Bunda Merry, ketua Emak-emak Bergerak Lintas Provinsi.;
Buku Teori Eggi Sudjana: OST JUBEDIL kaya akan sumber-sumber dari Al Qur'an dan hadist. Tebalnya 433 halaman.
"Buku ini memang saya susun berdasarkan sumber-sumber dalam Islam. Saya berharap buku ini dapat memberikan manfaat, terutama ketika kita akan memilih pemimpin," kata Eggi.
Yang membuat buku ini sangat istimewa adalah ada dua tokoh besar yang memberi kata sambutan untuk buku ini, yakni Habib Rizieq Syihab dan tokoh aktivis legendaris Hariman Siregar.
"Di tengah hiruk pikuk aktivitasnya, pemikiran Eggi selalu memunculkan kebaruan," kata Hariman di awal paragraf kedua kata sambutannya.
Ia menyebut buku Teori Eggi Sudjana: OST JUBEDIL menawarkan semacam 'jurus jitu' aa Eggi untuk mengurus negara.
"Dia mentadaburAl Qur'an dan merasionalisasikannya secara kontekstual dalam menghadapi segala persoalan kebangsaan dan kenegaraan. Ia juga mengkhotbahkan tentang aspek kompatibilitas Islam dengan semokrasi, sosial ekonomi, hukum, politik, HAM dan lain-lain dengan cara bertutur Eggi yang khas; lugas, bebas dan tegar," kata Tokoh Malari ini lagi.
Sementara Habib Rizieq dalam kata sambutannya mengatakan, buku: Teori Eggi Sudjana: OST JUBEDIL merupakan curahan pikiran Eggi tentang Islam yang rahmatan lil alamin untuk mewujudkan Indonesia yang bertakwa, yaitu Indonesia yang tunduk kepada aturan Allah SWT dan Rasulullah SAW.
"Dan tentu saja dalam buku ini BES kembali menunjukkan semangatnya untuk memperjuangkan syariat Islam di Bumi Nusantara," kata Habib lagi.
Secara keseluruhan, buku dengan sampul hardcover ini sangat menarik untuk dibaca, terutama bagi umat Islam, karena memberikan inspirasi tentang bagaimana seharusnya manusia berpikir dan bertindak untuk dirinya, untuk orang-orang di sekitarnya, dan tentu juga dalam berpolitik..
Selain itu, buku ini juga dapat membentuk setiap individu menjadi insan-insan yang bertakwa. (rhm)


