Jakarta, Harian Umum- Para kepala daerah pendukung Capres nomor urut 01, Joko Widodo alias Jokowi, seperti tak henti-henti membuat blunder, bahkan seperti terkesan sedang menerapkan teori firehose of falsehood, demi memenangkan Jokowi di Pilpres 2019.
Setelah pada 2 Februari 2019 lalu Walikota Semarang Hendrar Prihadi meminta masyarakat untuk tidak menggunakan jalan tol jika tidak mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019, Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan kalau anggota BPJS yang berjumlah 8 juta orang, dibiayai Jokowi.
Tak pelak, warga yang membaca berita itu mencak-mencak, termasuk yang tinggal di Banten.
"What??? Program BPJS 8 juta orang sepenuhnya dibayar, dibiayai Jokowi? 8 juta orang yang mana pak? Kami warga Banten bayar sendiri tuh. Wong masalah defisit BPJS aja Jokowi bilang kebangetan urusan ini sampai ke presiden. Lah ini BPJS dibayarin Jkw? Ga logis," semprot @ronavioleta.
"Ya Allah, gubernurku ngibul juga .... Jilatnya ketinggian pak," cemooh @AliMujahidin19
Warga di luar Banten pun tak kalah marahnya.
"LAPORKAN! Gubernur DUSTA!" sembur @MuchelaniaAdam.
"Kok level Gubernur ngomong BPJS dibayar Jokowi? BPJS dibayar oleh konsumennya, Kang," kata @Abduhdgkawang
"BPJS dibagi 3, yang bayar sendiri, kolektif pengusaha dan buruh, dan PBI. BPJS dibayar jokowi itu kalimat yang sangat salah. Kalay dubayar oemerintah melaluo anggaran APBN bisa dibenarkan (Itu pun PBI yang semakin lama penggunanya dikurangi dengan cara dikonversi ke kolektif," @uthutt memberitahu.
"Perasaan gak ada yang bermutu, salah mulu yang didukung sama pendukungnya hahaha ... Wkwkwk ..," ejek @AGhofur13.
"Viralin ah, ada gubernur dungu yg bilang BJPS dibiayai Mukidi," kata @AnzaraYuli iseng.
Wahidin membuat blunder itu saat memberikan sambutan di acara pembagian sertifikat tanah di Kantor Bupati Tangerang, Tigaraksa, Banten, Senin (18/2/2019), dimana Jokowi juga hadir.
Mungkin karena sang Presiden hadir di lokasi, Wahidin pun memuji Jokowi setinggi langit.
"Tidak ada presiden yang mau bersalaman dengan masyarakat, berhenti di tengah jalan, dipeluk-peluk, digeret-geret, diladeni dengan sabar luar biasa. Kalau kepala desa nggak sesabar itu saya kira," katanya.
Tak cukup sampai di situ, Wahidin juga mengajak hadirin mendoakan kebaikan untuk Jokowi karena katanya, 8 juta anggota BPJS dibiayai Jokowi.
"Oleh karena itu, kita doakan agar (Pak Jokowi) panjang umur, diberikan kesehatan, tambah rezekinya, tambah keberkahannya, sukses dengan segala cita-citanya. Yang terakhir Pak Presiden, program BPJS 8 juta orang itu, itu sepenuhnya dibayar, dibiayai oleh Pak Presiden, Pak Jokowi," katanya. (rhm)







