Jakarta, Harian Umum- Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) M Rico Sinaga meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan segera menutup MG Club, menyusul ditemukannya laboratorium narkoba di tempat hiburan malam tersebut.
"Penemuan ini seakan menjadi bukti kalau kinerja Disparbud (Dinas Pariwisata dan Kebudayaan) sebagai SKPD yang mengawasi dan membina tempat hiburan malam, sangat lemah, sehingga di tempat seperti itu bukan hanya ada peredaran narkoba, tapi juga tempat pembuatannya," sesal dia kepada harianumum.com, Minggu (17/12/2017).
Ia curiga di balik lemahnya kinerja Disparbud ada faktor X yang harus diperhatikan benar oleh Gubernur Anies, karena saat Karaoke Diamond masih ditutup sementara, hanya karena ada surat dari Polda Metro Jaya yang memberitahu bahwa narkoba yang dikonsumsi politisi Golkar IJP di dapat di luar Karaoke Diamond, Disparbud mengirim surat kepada Satpol PP agar surat itu ditindaklanjuti.
Karuan saja Kepala Satpol PP Yani Wahyu meradang karena isi surat Disparbud itu tak jelas apakah ia harus membuka kembali Karaoke Diamond, atau justru menutupnya secara permanen.
"Saya rasa keliru besar kalau Anies mempertahankan Bu Tinia Budiati (kepala Disparbud), karena kalau Anies ingin membantu aparat memberantas narkoba dan membuat warganya bahagia, maka dia harus memiliki kepala Disparbud yang tegas, bukan yang tidak tegas atau yang bersikap abu-abu seperti yang diperlihatkan Bu Tinia dalam kasus Diamond itu," imbuh Rico.
Ia juga mempertanyakan kinerja Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTPST) Edy Junaidi, karena saat ini ada 80 tempat hiburan malam yang izinnya sudah habis, sementara pengajuan perpanjangannya masih diproses, namun masih tetap beroperasi dengan aman. Contohnya Hotel B Fashion di Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
Seharusnya, kata dia, begitu ada tempat hiburan yang nakal, DPMTPST segera memberikan rekomendasi kepada Disparbud agar ditindak tegas.
"DPMTPST ini kompak sekali dengan Disparbud. Ada apa ya?" sindirnya.
Rico mengingatkan kalau masalah 80 tempat hiburan yang perpanjangan izinnya sedang diproses, sedang menjadi perhatian serius FKDM. Kalau setelah ia cek MG Club ada di dalamnya, maka ia minta agar Anies segera mencopot Edy.
"Narkoba adalah zat adiktif yang berbahaya bagi generasi muda. Nggak masuk akal kalau ada pejabat yang lambat menindak tempat hiburan malam. Padahal dari adanya laboratoroum narkoba di MG Club, sekali lagi membuktikan kalau tempat hiburan malam adalah surga bagi penyalahgunaan narkoba," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Tim Gabungan BNN pada Minggu (17/12/2017) dini hari menemukan laboratorium pembuatan Narkoba jenis ekstasi dan shabu-shabu di lantai 2 dan 4 Diskotik MG di MG Club International, Jalan Tubagus Angke, Kelurahan Wijaya Kusuma, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
Penemuan ini terjadi setelah tim merazia Diskotik MG dan menangkap lima orang pengedar dan bandar narkoba. Dari keterangan mereka inilah laboratorium narkoba itu ditemukan. (rhm)







