Jakarta, Harian Umum- Ketua Forum Bersama Jakarta (FBJ) Budi Siswanto menilai, meledaknya kasus pohon imitasi merupakan imbas dari lambannya Gubernur Anies Baswedan dan Wagub Sandiaga Uno melakukan mutasi pejabat.
"Terkait dengan beberapa kasus akhir-akhir ini yang terjadi dan dilakukan oknum (pejabat di) Pemprov DKI, mulai dari kasus lelang di Disdik, terkini lampu hias pelastik, saya berkesimpulan; inilah hal yang mendesak yang selalu menjadi konsen kawan-kawan aktivis pendukung Anies-Sandi, kenapa meminta disegerakan reposisi jabatan di birokrasi yang ada saat ini," katanya kepada harianumum.com melalui pesan WhatsApp, Sabtu (2/6/2018).
Ia menegaskan, kasus pohon imitasi menunjukkan kalau penggembosan terhadap Anies-Sandi oleh para pejabat yang diangkat oleh mantan Gubernur Ahok, semakin nyata terjadi. Pembusukan semakin kuat aromanya.
"Ini akan menjadi ujian kepemimpinan bagi Anies-Sandi apakah mereka memiliki kecepatan bertindak dengan akurasi yang tepat, atau dengan segala kehati-hatian dan banyak pertimbangan yang membuat mereka (akan) distempel sebagai pemimpin lemah," imbuhnya.
Budi berharap pada hari ke-17 Ramadhan yang merupakan bulan serta hari yang baik, Anies-Sandi diberikan kekuatan untuk mendapatkan jalan keluarnya.
"Kami (aktivis) tidak memiliki kepentingan pada siapa dan apa posisi pejabat yang akan dimutasi, rotasi atau promosi, namun kawan-kawan aktivis telah cukup banyak memberikan masukan kepada Anies-Sandi terkait mereka yang sudah tidak layak untuk menempati pos yang ada saat ini, baik masukan secara langsung maupun pada pertemuan terbatas. Ini semua didasarkan fakta yang ada mengingat kawan-kawan aktivis sudah cukup lama berkecimpung dan mengenal secara langsung sepak terjang birokrat di Ibukota, sejak Pemprov DKI dipimpin Sutiyoso dan Fauzi Bowo, " pungkasnya.
Seperti diketahui, kemarin Anies-Sandi dihantam dengan kasus pemasangan pohon imitasi di Jalan MH Thamrin dan Medan Merdeka, Jakarta Pusat.
Sejumlah media melaporkan, anggaran pengadaan pohon pelastik itu mencapai Rp8,1 miliar dari APBD 2017.
Setelah dicek Sandi, ketahuan kalau pohon imitasi itu stok lama milik Sudin Perdagangan dan Energi Jakarta Pusat yang dipasang tanpa dikoordinasikan dahulu dengan Anies-Sandi, dan tidak ada biaya yang dikeluarkan untuk pemasangan pohon ini.
Sebelumnya, sejumlah aktivis, termasuk Budi Siswanto dan Ketua Koalisi Pemerhati Jakarta Baru (Katar) Sugiyanto, telah mengingatkan Anies-Sandi agar segera melakukan mutasi karena 80% pejabat di lingkungan Pemprov DKI merupakan loyalis mantan Gubernur Ahok, dan di antara mereka bahkan dikabarkan masih sering berkomunikasi dengan mantan gubernur bernama lengkap Basuki Tjahaja Purnama itu.
Sugiyanto bahkan mengatakan, jika Anies-Sandi lamban melakukan mutasi, mereka menempatkan dirinya dalam masalah besar karena para loyalis Ahok itu dapat melakukan pembusukan dan penggembosan.
"Mereka juga bisa memberikan masukan-masukan yang salah, sehingga kebijakan Anies-Sandi akan menjadi kontraproduktif, dan program-programnya tidak berjalan maksimal," katanya.
Sugiyanto bahkan menyebut, masukan-masukan yang salah itu sebenarnya telah diterima Anies. Indikasinya antara lain terlihat dari rencana Anies untuk membangun stadion di lahan Taman BMW mulai Oktober 2018, padahal lahan itu masih sengketa.
Anies juga menyetujui rencana Biro Pendidikan Mental dan Spiritual untuk menggelar taraweh akbar di Monas. Acara ini kemudian ditentang MUI dan acara dipindahkan ke Masjid Istiqlal.
"Jadi, kalau Anies-Sandi tidak segera melakukan mutasi, mereka menempaykan dirinya dalam masalah besar," tegas Sugiyanto.
Soal pembangunan stadion di Taman BMW, Wakil Ketua DPRD Abraham Lunggana telah bereaksi dengan meminta Anies menunda pembangunannya hingga status tanah Taman BMW clear. (rhm)






