Jakarta, Harian Umum- Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, menuduh Pusat Hoaks Nasional merupakan pihak yang membuat dan mengedarkan Tabloid Indonesia Barokah, tabloid menghebohkan karena berisi informasi yang ditengarai hanya menyudutkan pasangan nomor urut 02 pada Pilpres 2019, Prabowo Subianto - Sandiaga Salahuddin Uno.
"Pasti penyebar tabloid hoaks ini Pusat Hoaks Nasional. Jadi, jelas ya siapa penyebar hoaks? Ini salah satu cara kepepet usaha menghambat laju @prabowo @sandiono," kata Fadli seperti dikutip dari akun Twitter pribadinya , @fadlizon, Sabtu (26/1/2019).
Keberadaan Tabloid Indonesia Barokah mulai terdeteksi pada awal Desember 2018, setelah sejumlah masjid mendapatkan kiriman tabloid tersebut melalui PT Pos Indonesia.
Data yang dihimpun menyebutkan, hingga pekan ini, tabloid itu telah terbit beberapa edisi yang kontennya semua dianggap Sandiaga sangat tendensius terhadap pihaknya, sehingga dinilai sebagai black campaign.
"Kita serahkan kepada aparat penegak hukum ya karena itu bagian dari kampanye hitam yang sudah kita sepakati sama-sama tidak dilakukan pada Pemilu 2019," kata Sandiaga di sela-sela peninjauan ke lokasi korban kebakaran di Tomang, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Kamis (24/1/2019).
Sejauh ini Tabloid Barokah Indonesia telah menyebar di hampir seluruh wilayah di Jawa Barat dan Jawa Tengah, dikirim kepada pengurus masjid melalui pos, sehingga Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tasikmalaya, Ijang Jamaludin, mengimbau PT Pos Indonesia Cabang Tasikmalaya untuk tidak dulu mengirimkan tabloid ini sampai 14 hari ke depan, ke alamat-alamat yang dituju oleh si pengirim.
Dalam waktu 14 hari tersebut diharapkan Bawaslu RI telah memutuskan apakah konten tabloid itu merupakan black campaign atau bukan.
"Jadi, ini penyebarannya hampir di seluruh Provinsi Jabar dan Jateng. Kita di sini mengedepankan sebagai fungsi pencegahan supaya tabloid ini jangan sampai dulu menyebar," kata Ijang, Rabu (23/1/2019).
Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang, Habib Shaleh, mengatakan, hingga Kamis (24/1/2019), telah ada sekitar 489 eksemplar Tabloid Indonesia Barokah yang ditemukan di 161 masjid di wilayahnya yang berada di 12 kecamatan.
Sebelumnya, tabloid itu juga ditemukan di Kecamatan Ngluwar, Dukun, dan Sawangan.
Masjid Desa Ngadipuro, Kecamatan Dukun, dikirim tiga bendel tabloid yang berisi 9 eksemplar, namun segera diamankan di balai desa setempat.
Di Madiun, tabloid itu diterima di masjid-masjid di lima kecamatan, yakni Gemarang, Wonoasri, Pilangkenceng, Mejayan dan Madiun melalui pos. Bahkan di kecamatan Wonoasri, hampir seluruh masjid di desa itu menerima kiriman tabloid Barokah.
Bawaslu dan Dewan Pers pun melakukan kajian terhadap tabloid itu untuk menyelidiki apakah produk jurnalistik di dalamnya memuat pemberitaan yang tendensius terhadap peserta pemilu.
"Karena ini terkait apakah bagian dari produk jurnalistik atau tidak, kita sedang menunggu koordinasi dengan unsur di gugus tugas Dewan Pers," kata Komisioner Bawaslu Mochammad Afifuddin, Rabu (23/1/2019).
Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily, mengaku bingung dengan sikap kubu pasangan nomor urut 02 yang menilai konten Tabloid Indonesia Barokah merupakan black campaign.
Menurut Ace, tabloid tersebut tidak berisi hoaks tentang Prabowo-Sandiaga, dan ia mempertanyakan apakah kubu Prabowo-Sandi sudah menyimak isi tabloid tersebut?
"Pertanyaannya, apakah kubu Paslon 02 sudah membaca tabloid Indonesia Barokah itu? Saya telah membacanya dengan seksama. Menurut saya tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan konten tabloid itu," ujar Ace melalui keterangan tertulis, Kamis (25/1/2019).
Ace menambahkan, tabloid tersebut hanya memuat dua artikel berita mengenai Prabowo.
Berita itu juga mengutip pernyataan tokoh yang sebelumnya dimuat media online. Dengan begitu, kata dia, tidak ada unsur kebohongan atau hoaks dalam tabloid itu.
"Itu sudah terkonfirmasi dari hasil Bawaslu Kabupaten Blora yang telah memeriksanya," kata dia. (rhm)






