Jakarta, Harian Umum-Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyulap ruang terbuka, Balkotfarm menjadi ruang untuk pemeriksaan swab test. Hal ini dilakukan agar pemeriksaan Covid-19 bagi pekerja di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu tidak berpotensi menjadi titik penularan.
"Insha Allah tidak ada penumpukan, kita melakukan di area terbuka dengan protap kesehatan. Iya (di Balkotfarm) agar sirkulasi udaranya bagus dan petugas medisnya juga aman," ujar Kepala Biro Umum DKI Jakarta, Budi Awaluddin, di Jakarta, Senin (10/8).
Menurutnya, pemeriksaan swab test terhadap pekerja di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah dilakukan sejak lama di klinik Balai Kota. Namun, mulai 10 Agustus ini pemeriksaan swab test dilakukan di ruang terbuka mengingat pekerja yang akan ditest semakin banyak.
"Setiap hari jumlah yang di swab dan rapid totalnya 120 0rang dari seluruh UKPD. Pemeriksaan swab test dilakukan karena A
Ada kasus covid di tempat mereka bekerja, dan ada juga karena hasil Rapid Test nya reaktif. Ini akan terus kami lakukan untuk menedeteksi pegawai yang berpotensi Covid-19," katanya.
Salah satu pekerja di Metrologi DKI Jakarta mengaku telah menjalani swab test di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara dengan hasil negatif. Namun, orang yang enggan menyebutkan namanya itu diminta kembali melakukan swab test di Balai Kota oleh atasannya.
"Kemarin sebenarnya sudah swab, Alhamdulillah hasilnya negatif. Tapi sekarang diminta lagi swab di Balai Kota karena kantor kami ada yang positif 13 orang. Di Metrologi DKI Jakarta," ucapnya.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta Saefullah membenarkan adanya penutupan salah satu blok di Balai Kota karena ada PNS yang terpapar Covid-19. Namun, penutupan itu dilakukan saat akhir pekan untuk penyemprotan disinfektan. Pada Senin (10/8) ini, ruang yang ditutup itu kembali dibuka untuk memberikan pelayanan masyarakat.
"Lantai 7 hari ini tutup semua tapi Senin masuk, enggak bisa semua karena ini layanan tapi kami sudah 50 persen. Ini sudah semua 50 persen," katanya pada sabtu 8/8 di Jakarta.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Chaidir mengatakan, staf yang reaktif tersebut diketahui dari rapid test. Untuk hasil test swab dengan metode polymerase chain reaction (PCR) belum keluar saat ini.
"Kalau jumlahnya enggak banyak, dia baru reaktif. Maka dilakukan WFH di rumahnya isolasi mandiri," katanya saat dihubungi wartawan.
Sebagai informasi, untuk saat ini hanya lantai 7 Blok G yang ditutup, sedangkan lantai lainnya masih tetap bisa digunakan seperti biasa.
"Lantai itu aja, yang terjadi kan di lantai BPKD. Hanya itu saja ditutup, tapi kan BPKD punya tiga lantai, lantai tujuh lantai 14, lantai 15," tutupnya. (hnk)







