Jakarta, Harian Umum- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengalami peningkatan perolehan suara yang signifikan pada Pemilu 2019.
Di DKI Jakarta, perolehan suara partai berbasis Islam ini diprediksi naik hingga 100% lebih, sehingga kemungkinan besar akan meraih kursi terbanyak di DPRD.
"Dalam perhitungan yang saat ini masih berlangsung (di KPUD DKI Jakarta), perolehan suara PKS berkejar-kejaran dengan PDIP," ujar Ketua Dewan Syariah Wilayah (DSW) PKS DKI Jakarta, Abdurrahman Suhami, di gedung Dewan, Jakarta Pusat, Selasa (23/4/2019).
Indikasi melesatnya perolehan suara PKS ini antara lain terlihat dari perolehan suara di Dapil DKI Jakarta V yang meliputi Kecamatan Duren Sawit, Kramat Jati dan Jatinegara.
Pada Pemilu 2014, di Dapil ini PKS meraih 52.000 suara, namun pada Pemilu 2019 ini tembus 127.000 suara dengan rincian, DPC PKS Duren Sawit meraih 50.000 suara; DPC PKS Jatinegara meraih 40.000 suara; dan DPC PKS Kramat Jati mendapat 37.000 suara.
Tak hanya itu, dari Dapil ini perolehan suara Suhaimi juga tercatat paling tinggi dibanding Caleg lain yang bertarung di Dapil yang sama, karena untuk di Duren Sawit saja dia mendapatkan 18.000 suara.
"Tingginya perolehan suara ini karena PKS didukung ulama dan habaib. Ada peran mereka selama masa kampanye," katanya.
Selain hal tersebut, Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta ini juga mengatakan, terdongkraknya perolehan suara PKS secara signifikan, juga karena didukung statemen-statemen Habib Rizieq Shihab yang selalu menyebut nama PKS sebagai salah satu partai yang harus didukung umat Islam pada Pemilu 2019.
Statemen Habib itu, lanjutnya, membuat PKS mendapat limpahan suara dari PPP dan PKB yang kader maupun simpatisannya kecewa karena kedua partai itu mendukung Penista Agama.
"Namun di atas semua itu dan segala usaha yabg dilakukan, tentu saja kemenangan PKS adalah karunia dari Allah SWT," pungkasnya.
Menurut data, meski hasil Pemilu baru akan diumumkan KPU pada 22 Mei mendatang, namun secara kasar telah ada gambaran bahwa meski suara PDIP dan PKS saling berkejaran, namun jumlah perolehan kursi PDIP diperkirakan turun dari 28 kursi pada Pemilu 2014, menjadi 18-19 kursi pada Pemilu 2019 ini, sementara PKS naik dari 11 kursi pada Pemilu 2014, menjadi minimal 20 kursi.
Gerindra yang digadang-gadang bakal menjadi jawara di DKI Jakarta pada Pemilu 2019, terjerembab di peringkat ketiga, namun perolehan kursi partai ini di DPRD DKI kemungkinan naik dari 15 kursi pada Pemilu 2014, menjadi 16-17 kursi.
PAN dan Nasdem yang pada Pemilu 2014 hanya mendapat dua dan lima kursi, pada Pemilu 2019 ini mendapat tambahan kursi, namun belum diketahui berapa jumlahnya
Demokrat, Hanura, Golkar, PKB dan PPP yang pada Pemilu 2014 masing-masing mendapat 10, 10, 9, 6 dan 10 kursi, pada Pemilu 2019 ini diperkirakan mengalami penurunan perolehan kursi di DPRD DKI dengan jumlah yang cukup signifikan. Hanura bahkan dikabarkan hanya akan mendapat satu kursi, atau tidak sama sekali.
Partai Perindo dan.PSI yang secara nasional gagal memenuhi parliamentary threshold sebesar 4%, sehingga gagal masuk DPR, secara mengejutkan mendapatkan suara signifikan di Jakarta, sehingga akan memiliki wakil di DPRD DKI.
Perindo diperkirakan mendapat lima kursi, dan PSI mendapat enam kursi di DPRD DKI. (rhm)






