Jakarta, Harian Umum - Banyaknya pengaduan masyarakat tentang kamera pengintai udara (drone) dan pengawasan objek vital daerah tambang, di sekitar Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat akan di bentuk Detasemen Rudal. Pembentukan ini sengaja dimasukkan dalam rencana strategis teritorial Kodam baru XVIII Kasuari. Salah satunya di kilang minyak dan gas bumi yang dioperasikan SKK Migas dan BP Tangguh.
"Kami sudah menerima informasi tentang pengintai misterius tersebut, tapi kami mengalami kesulitan mendeteksinya karena di Papua hanya ada dua radar pemantau, yaitu di Biak dan Sorong," kata Panglima Kodam XVIII Kasuari Mayjend TNI Joppie Onesimus Wayangkau, saat menghadiri upacara pembukaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) reguler ke-98 tahun 2017 di Kampung Muturi, Distrik Manimeri, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.
Disinggung soal tingkat pentingnya pendirian Detasemen Rudal, Wayangkau menyebutkan sudah menjadi tugas TNI untuk menjaga aset vital nasional milik negara. Tidak saja di Kodam XVIII Kasuari, menurutnya, di daerah lain juga ada Detasemen Rudal.
"Di sini akan didirikan satu Detasemen Rudal di bawah Kodam XVIII Kasuari. Tujuannya, menjaga aset vital milik negara, yang melakukan kegiatan pertambangan minyak dan gas bumi di kawasan ini, Dengan adanya Detasemen Rudal, otomatis, di sini akan ada radar pemantau sehingga pekerja dan masyarakat yang berdiam di sekitarnya merasa aman, tanpa gangguan dan ancaman dari luar" ujarnya di Bintuni, Rabu, 5 April 2017.
Sementara itu Bupati Kabupaten Teluk Bintuni Petrus Kasihiu sangat mendukung rencana pendirian Detasemen Rudal. Dukungan itu berupa lahan serta kebutuhan lain, yang akan menunjang tugas TNI di Kabupaten Teluk Bintuni.
"Untuk lahan, tentu akan kami siapkan demi keutuhan NKRI," Katanya.







