Jakarta, Harian Umum - Capres nomor urut 1 Anies Baswedan membongkar alasan Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto melakukan rekonsiliasi dengan Jokowi setelah Pilpres 2019, dan Prabowo kemudian menjadi Menteri Pertahanan (Menhan) pada periode kedua Jokowi sebagai presiden.
Tindakan Anies itu dilakukan saat debat Capres pertama di KPU Jakarta, Selasa (12/12/2023), dan dirinya saling serang dengan Prabowo.
Awalnya, Anies mengatakan bahwa salah satu pilar penting demokrasi adalah partai politik, tetapi kepercayaan masyarakat terhadap partai politik di Indonesia selalu rendah.
Tak hanya itu, masyarakat juga tidak percaya dengan proses demokrasi yang saat ini berjalan.
Menurutnya, perlu ada kebebasan berpendapat agar masyarakat kembali mempercayai demokrasi; oposisi bebas mengkritik pemerintah dan menjadi penyeimbang, serta ada proses Pemilu yang transparan, jujur dan adil.
"Dua ini mengalami problem. Kita menyaksikan bagaimana kebebasan berbicara menurun, termasuk mengkritik partai politik. Indeks demokrasi kita menurun. Kedua, minim sekali oposisi. Sekarang pertanyaannya adalah bisakah Pemilu (menghadirkan) netralitas dengan adil dengan jujur," kata Anies.
Menanggapi pertanyaan itu, Prabowo mengatakan bahwa Anies terlalu berlebihan dalam mengeluhkan demokrasi, karena menurut dia, Anies terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta salah satunya berkat dukungan dari oposisi.
"Mas Anies dipilih jadi Gubernur DKI menghadapi pemerintah yang berkuasa, saya yang usung bapak. Kalau demokrasi tidak berjalan, tidak mungkin Anda jadi gubernur. Kalau Jokowi diktator, Anda tidak mungkin jadi gubernur. Saya waktu itu oposisi Mas Anies Anda ke rumah saya, Anda terpilih," katanya.
Anies pun membongkar alasan Prabowo bergabung Jokowi pada 2019.
Kata dia, pemerintah dan oposisi sama-sama memiliki posisi yang terhormat. Namun, tak semua orang tahan untuk menjadi oposisi, termasuk Prabowo.
"Pak Prabowo tidak tahan jadi oposisi. Beliau sendiri menyampaikan tidak berada dalam kekuasaan membuat tidak bisa berbisnis dan berusaha. Karena itu harus berada di kekuasaan. Kekuasaan lebih dari soal bisnis, uang, kehormatan untuk menjalankan kedaulatan rakyat," kata Anies. (man)







