Jakarta, Harian Umum - Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Achmad Nawawi, menyayangkan pecahnya lagi Bamus Betawi, sehingga setelah penyelenggaraan Musyawarah Besar (Mubes) Bamus Betawi di TMII, Jakarta Timur, Rabu (30/8/2023), akan ada Mubes Bamus Betawi tandingan pada September 2023 mendatang.
"Saya pikir setelah Bamus Betawi melakukan rekonsiliasi dan membentuk Majelis Kaum Betawi yang dipimpin Pak Marullah Matali, Bamus tidak pecah lagi. Sayang sekali," kata Nawawi di gedung Dewan, Jakarta Pusat, Kamis (31/8/2023).
Politisi Partai Demokrat ini menilai, perpecahan ini kemungkinan hanya bisa diselesaikan oleh para sesepuh/orang tua di lingkungan masyarakat Betawi.
"Saya rasa para orang tua itu, yang saya tahu sangat dihormati oleh generasi muda dan milenial Betawi, dapat menyelesaikan ini. Mereka bisa berembuk mencarikan solusi," katanya.
Ia menyebut beberapa nama yang menurutnya dapat menyatukan kembali Bamus Betawi, di antaranya Fauzi Bowo (mantan gubernur DKI Jakarta) dan Nachrowi Ramli.
Seperti diketahui, perpecahan terjadi karena tiga calon yang mendaftar untuk mengikuti pemilihan Ketum Bamus Betawi, oleh panitia dinyatakan tak dapat memenuhi seluruh persyaratan hingga pendaftaran ditutup pada Senin (28/8/2023) pukul 24:00 WIB. Persyaratan yang tidak dapat dipenuhi di antaranya dukungan 30% dari Ormas di bawah naungan Bamus Betawi dan infak Rp100 juta.
Akibat hal tersebut, Riano P Ahmad yang merupakan Ketum Bamus Betawi periode 2018-2023, menjadi calon tunggal, karena calon petahana merupakan satu-satunya pendaftar yang dapat memenuhi seluruh persyaratan, dan kemudian terpilih secara aklamasi pada Mubes Bamus Betawi VIII di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur, Rabu (30/8/2023).
Sementara itu, tiga calon yang gagal mendaftar, yakni Biem Benyamin, Toto Sudarto dan Muhammad Rifqi alias Eki Pitung, membuat pernyataan menolak Mubes tersebut, dan kemudian berencana menggelar Mubes senndiri pada September nanti.
Biem mengatakan, ia dan kedua kawannya bukannya tidak dapat memenuhi syarat 30% dukungan dan infak Rp100 juta, melainkan karena persyaratan itu tidak disosialisasikan lebih dahulu, dan tak ada dasarnya.
Ia bahkan menuding kalau penyelenggaraan Mubes itu manipulatif karena orang-orang yang duduk di organizing committee (OC) dan steering committee (SC) Mubes Bamus Betawi VIII adalah tim sukses Riano.
Biem mengklaim, Mubes yang akan diselenggarakannya didukung sedikitnya 50 Ormas.
Data yang dihimpun menyebutkan, bukan kali ini saja Bamus Betawi pecah. Pada Mubes VII tahun 2018, Bamus Betawi pecah karena kemenangan Abraham "Lulung" Lunggana tidak diakui, sehingga muncul Bamus Betawi baru dengan nama Bamus Kaum Betawi 1982 (rhm)






