Jakarta, Harian Umum - Seorang akademisi yang belum diketahui namanya, di akun YouTube KomburSospol Official Channel menyebut metode forensik Bareskrim Polri untuk menguji keaslian Jokowi keliru.
Pasalnya, Bareskrim bukannya menguji keaslian ijazah yang diterbitkan Universitas Gajah Mada (UGM), tetapi malah melakukan uji pembanding dengan ijazah lain.
"Ada pengaduan masyarakat ijazah Jokowi dianggap palsu. Bareskrim seharusnya fokusnya pada dugaan palsu itu, bukan identik," katanya seperti dikutip dari akun itu dengan video berjudul "Kupas Habis Metode Forensik Ijazah Jokowi", Sabtu (24/5/2025).
Menurut dia, yang pertama harus dilakukan Bareskrim untuk menguji asli tidaknya ijazah Jokowi adalah menentukan metodenya untuk menganalisis.
Saat forensik dilakukan, katanya, skripsi Jokowi dahulu yang diuji, karena tak.mungkin ada ijazah jika tidak ada skripsi.
Saat skripsi itu diuji forensik, lanjutnya, uji tinta yang digunakan di skripsi itu, uji pula kertasnya, uji tandatangan dekan dan pembimbing skripsi itu, dan lakukan uji karbon untuk membuktikan bahwa semua itu memang berasal dari tahun 1985, tahun di mana Jokowi dinyatakan lulus dari UGM.
"Watermark-nya juga harus diuji," katanya.
Ia menegaskan, uji forensik terhadap ijazah Jokowi untuk membuktikan ijazah itu asli atau palsu, bukan dengan cara dibandingkan dengan ijazah orang.
"Kalau menguji keaslian dengan uji banding, itu akan konyol. Kalau pembandingnya KW bagimana? Sama-sama KW hasilnya. KW belum tentu asli, kalau kesimpulannya tiba-tiba asli, jadi aneh," tegasnya.
Ia mengingatkan, Uji Keaslian tidak sama dengan Uji Kesamaan yang dilakukan dengan metode perbandingan.
Bahkan ia .mengatakan bahwa Uji Kesamaan tidak boleh digunakan. untuk Uji keaslian, karena sampel pembanding belum tentu asli.
"Metode yang salah hasilnya pasti salah," tegasnya.
Ia pun meminta Bareskrim Polri terbuka untuk menjelaskan metode apa yang digunakan untuk..enguji keaslian ijazah Jokowi.
"Kalau keliru, sampaikan akan uji forensik ulang di Labfor Polri dan di laboratorium pihak ketiga di luar negeri, karena 75% masyarakat tidak percaya hasil uji forensik Bareskrim Polri itu," katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Bareskrim Polri menyatakan, ijazah Jokowi identik dan otentik setelah dibandingkan dengan ijazah milik tiga rekan seangkatannya di UGM.
Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan, uji banding dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan laporan dugaan ijazah palsu yang menyeret nama Jokowi.
“Uji banding ini dilakukan terhadap ijazah asli milik Bapak Jokowi, dan tiga ijazah pembanding dari rekan seangkatan beliau di UGM dengan tahun kelulusan yang sama,” katanya dalam konferensi pers di Bareskrim, Kamis (22/5/2025).
Dari hasil uji laboratorium forensik (labfor) tersebut, lanjut Djuhandhani, semua elemen ijazah dinyatakan identik, termasuk jenis kertas, tulisan, dan map penyimpanan dokumen.
“Map yang digunakan untuk menyimpan ijazah Pak Jokowi itu masih sama persis dengan map milik rekan-rekannya, bahkan map tersebut kondisinya sudah kumal," kata dia. (rhm)


