Jakarta, Harian Umum - Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra menyebarkan chat yang diduga percakapannya Habieb Rizieq Shihab yang isinya pentolan FPI tersebut meragukan keislaman Prabowo.
Salah satu isi chat dengan nama phone book 'Habib Rizieq Syihab' tersebut menyebutkan "Dukungan Ijtima untuk PS harus berdampingan cawapres ulama justru karena kita tahu PS lemah tentang Islam dan Lingkarannya pun masih banyak yang 'Islamophobia'," demikian salah satu potongan dalam percakapan tersebut.
Menanggapi hal tersebut sosiolog Musni Umar mengatakan cara tersebut tidak akan efektif untuk mendulang suara. Hal tersebut disampaikan Musni Umar lewat Akun Twitternya @musniumar, Kamis (4/4/2019).
"Saya sarankan Ketum Parpol dan para pendukung paslon Presiden 01 dan 02 tdk menjelekkan, menghina atau menyerang pribadi lawan politik seperti menyebut keislaman Prabowo diragukan, krn masy. Indonesia tdk suka seperti itu. Jgn berhrp dukungan suara diperoleh malah sebaliknya" tulis Rektor Universitas Ibnu Chaldun tersebut.
Rupanya aksi Yusril menyebarkan chat percakapannya dengan Habieb Rizieq sebagai balasan. Hal itu berawal dari pernyataan Yusril dalam sebuah video. Yusril mengatakan kalau Habieb Rizieq meragukan Keislaman Prabowo.
Hal tersebut disanggah Habieb Rizieq lewat rekaman video yang diunggah melalui Youtube Channel. Dalam video tersebut, Habieb Rizieq mengatakan Yusril telah berbohong.
Yusril membalas tudingan Habieb Rizieq tersebut dengan 'menskrinsut' percakapannya yang diduga dengan Habieb Rizieq tersebut. Lalu disebarkan melalui media. (Zat)







