Jakarta, Harian Umum- Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago, meyakini Ketua Umum Prabowo Subianto tidak akan maju pada Pilpres 2019, dan hanya akan menjadi seorang king maker yang bertarung di balik layar.
"Saya hakul yakin Prabowo bakal tidak maju. Akan jadi king maker," katanya seperti dikutip dari ROL, Kamis (19/7/2018).
Menurut dia, Prabowo memiliki banyak pertimbangan, seperti masalah logistik, beban mental karena pernah kalah pada Pilpres 2009 dan 2014, sisi humanis, dan keluarga yang bisa "digembosi" atau terus diserang lawan politik demi menurunkan elektabilitasnya.
"Prabowo jauh lebih terhormat dan disegani apabila mengatur dari belakang layar capres dan cawapres yang kelak diusung. Tidak perlu Prabowo berdarah-darah dan jadi bemper," ujarnya.
Pangi bahkan yakin kalau Prabowo ditakdirkan Tuhan menjadi seorang king maker, karena Prabowo dianugerahi tangan dingin dan talenta dalam mengatur dan menyiapkan pemimpin.
Sebab, Prabowo lah orang yang membawa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Jokowi dan Sandiaga Uno menjadi pemimpin Jakarta, dan dia menganggap Prabowo akan seperti Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Jusuf Kalla yang memainkan peran mengatur strategi di belakang layar.
“Tinggal menunggu apakah Prabowo akan memberi kejutan. Apakah beliau pada saat injure time atau last minute akan mengajukan paket capres dan cawapres yang sudah digodok dan disepakati di partai koalisi,” kata Pangi.
Seperti diketahui, Partai Gerindra telah berulang kali menyatakan bahwa Prabowo akan nyapres di 2019. Bahkan pada pertemuan antara Prabowo, Presiden PKS Sohibul Iman, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, Sabtu (14/7/20180 di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatab, PAN dan PKS pun telah sepakat untuk mengusung Prabowo sebagai Capres di 2019.
Isu yang beredar menyebutkan, pihak-pihak yang menginginkan Prabowo sebagai king maker adalah pihak-pihak yang takut kalau Prabowo head to head lagi dengan Jokowi di Pilpres 2019 seperti pada Pilpres 2014, maka Jokowi akan kalah.
Bahkan isu yang pernah ramai di Medsos menyebutkan kalau sesungguhnya pemenang Pilpres 2014 adalah Prabowo dengan perolehan suara 54%, bukan Jokowi.
Tak heran jika selama ini ada asumsi bahwa Jokowi menjadi Presiden karena timnya mencurangi Prabowo. Bahkan meski Cawapres Prabowo waktu itu adalah Hatta Radjasa, SBY yang pada 2014 masih menjadi Presiden, mengkhianati besannya itu dengan diam-diam membantu kemenangan Jokowi dengan membiarkan saja sejumlah kasus korupsi yang diduga melibatkan Jokowi, dan memark-up DPT.
Sayang, hingga kini SBY diam saja, tidak membantah maupun mengklarifikasi tuduhan yang antara lain dilontarkan pemilik akun @IreneViena dan @ProklamatorRI itu. (rhm)





