JAKARTA, HARIAN UMUM - Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta menggelar acara bimbingan tekhnis (bimtek) bagi 19 anggota dewan di Putri Duyung Cottage, Ancol, Jakarta Utara. Dalam acara yang digelar selama tiga hari 6-8 September tersebut, semua anggota diberi pembekalan untuk mengetahui fungsi dan tugasnya sebagai wakil rakyat di lembaga legislatif.
"Anggota Fraksi Gerindra saat ini berjumlah 19 orang. Dari jumlah tersebut, 13 diantaranya adalah pendatang baru. Jadi mereka dibekali berbagai hal yang berkaitan dengan tugas dan fungsinya sebelum memulai bekerja sebagai anggota dewan," kata Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta M. Taufik pada pembukaan acara tersebut.
Taufik membeberkan pembekalan yang diberikan kepada anggota Fraksi Gerindra diantaranya berkaitan dengan evaluasi pembangunan, pencegahan korupsi dan evaluasi yang berkaitan dengan kemitraan. "Dengan begitu, kader yang kebanyakan pendatang baru bisa punya kemampuan dan pengetahuan," lanjut Taufik.
Selain itu, Taufik menyebutkan, dalam bimtek tersebut, anggota Fraksi akan diberi pengetahuan mengenai RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah). Sebab semua program pembangunan Jakarta tertuang dalam RPJMD yang disusun oleh Pemprov DKI Jakarta. "Kami ajari mereka pengetahuan tentang RPJMD. Makanya setelah rapat dengan SKPD di komisinya masing-masing nanti, mereka harus tahu sudah berapa persen pencapaiannya RPJMD nya, itu yang mau kita kejar," Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta itu.
Pada kesempatan tersebut, Taufik juga menyinggung soal fraksi-fraksi di DPRD yang ramai-ramai membuka posko pengaduan masyarakat. Menurut Taufik, pihaknya tidak ingin latah mengikuti fraksi lain yang membuka posko layanan aduan warga di gedung DPRD DKI. "Kita ngga mau ikut-ikutan. Karena kalau dibuka di gedung DPRD DKI, masyarakatnya kasihan. Mereka mau menyampaikan aspirasinya harus keluar ongkos, tenaga dan waktu," kata Taufik.
Namun Taufik menghimbau kepada semua anggota fraksi Gerindra untuk membuka posko pengaduan masyarakat di rumah masing-masing. "Buka posko pengaduan masyarakat di rumah masing-masing. Masyarakat kita dekatkan untuk sampaikan sesuatu. 10 dapil wajib dibuka. Mereka lapor saja kok ngga minta apa-apa, hanya minta solusinya. Setelah itu akan dibahas ke fraksi untuk dikaji tenaga ahli fraksi untuk dibahas di komisi mana laporan tersebut," terang Taufik.
Kegiaran bimtek tersebut diikuti 19 anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI. Kegiatan tersebut juga turut mengundang narasumber yang berkompeten di bidangnya masing-masing seperti BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), Pemprov DKI dan lainnya. (Zat)







