Jakarta, Harian Umum-Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menutup operasional beberapa pasar yang kedapatan pedagangnya dinyatakan positif terinfeksi virus COVID-19. Para pedagang tersebut langsung diminta untuk isolasi mandiri.
Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria bersama Walikota Jakarta Timur, M. Anwar, Walikota Jakarta Selatan, Marullah Mata'ali, serta Pimpinan dan Anggota DPRD DKI Jakarta meninjau langsung penerapan protokol kesehatan di sejumlah pasar di Jakarta. Mereka mengunjungi Pasar Jatinegara, Jakarta Timur dan Pasar Mayestik, Jakarta Selatan, Minggu (14/6).
"Kami tidak ingin mendenda, memberi sanksi; kami ingin warga taat, disiplin, (dan) patuh, agar kita bisa mengakhir masa COVID-19," ujar di Pasar Jatinegara, Minggu (14/6).
Pihaknya ingin memastikan kesiapan dari Pasar Jatinegara dan Pasar lainnya di Jakarta untuk menerapkan protokol kesehatan di pasar. Pada masa pandemi COVID-19 dan memasuki PSBB Transisi Jakarta fase pertama, seluruh pasar di wilayah Jakarta diwajibkan menerapkan protokol kesehatan.
Selain itu, ia juga meminta agar semua pihak terkait mampu membantu Pemprov DKI Jakarta untuk menyosialisasi pelaksanaan protokol kesehatan ketika bertransaksi di pasar, dan saling mengingatkan satu sama lain agar pasar tetap aman, sehat dan produktif, serta wabah COVID-19 di Jakarta dapat dikendalikan.
"Harapan kami tentu para pengelola pasar mempersiapkan, menyosialisasikan protokol COVID-19 kepada pengelola, pedagang dan pengunjung pasar itu sendiri. Protokol COVID-19 harus betul betul dipahami, dipatuhi dan ditaati, seluruh warga disiplin. Keberhasilan kita memutus rantai penyebaran COVID-19 itu ditentukan oleh perilaku warga. Jadi warganya harus taat, disiplin dan patuh kalau kita ingin memutus penyebaran COVID-19," katanya.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melaksanakan protokol kesehatan di pasar- pasar, di antaranya pemeriksaan kesehatan kepada para pedagang maupun pengunjung sebelum masuk. Kemudian, jalur lalu lalang orang pun diatur menjadi satu arah. Selain itu, untuk memastikan kapasitas pasar 50%, operasional kios di pasar juga diatur sesuai hari ganjil genap. Jadi kios nomor ganjil beroperasi tanggal ganjil, dan kios nomor genap beroperasi nomor genap.
"Jadi pengelola pasar harus paham, harus mengerti, pedagang dan juga pengunjung. Terima kasih Pak Arief dan jajaran (Direktur Utama Perumda Pasar Jaya) sudah mempersiapkan berbagai rambu, tanda, sosialisasi. (Namun) sekali lagi, butuh kesadaran dari seluruh warga. Sudah diatur, ada map-nya, disinfectan, termo gun, tempat cuci tangan. Nanti secara berkala harus dilakukan disinfectan. Dan seluruh warga wajib menggunakan masker," ungkap Ariza. (hnk)







