Jakarta, Harian Umum- Pemerintahan Anies-Sandi pecah telor.
Pasalnya, setelah empat tahun beruntun Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Provinsi DKI Jakarta (2013-2016) mendapatkan satu kali opini disclaimer dan tiga kali wajar dengan pengecualian (WDP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), LKPD DKI 2017 mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP).
"Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan BPK atas LKPD DKI Tahun Anggaran 2017, termasuk implementasi atas rencana aksi yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta, BPK memberikan opini wajar tanpa pengecualian," kata anggota V BPK, Isma Yatun, dalam rapat paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Senin (28/5/2018).
Isma menjelaskan, beberapa tahun terakhir Pemprov DKI telah menindaklanjuti rekomendasi hasil pemeriksaan BPK, dan bahkan telah membentuk Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD) untuk melakukan kegiatan inventarisasi aset.
Karena hal ini, lanjut dia, Pemprov DKI berhasil menaikkan opini WDP yang sebelumnya diraih, menjadi WTP.
"Saya berharap hal ini menjadi momentum untuk menciptakan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan daerah, sehingga bisa menjadi kebanggaan bersama yang patut dipertahankan," imbuhnya.
Apa yang disampaikan Ismah ini membuat seluruh pejabat di lingkungan Pemprov DKI yang menghadiri sidang paripurna, kegirangan. Mereka serentak berdiri dan bertepuk tangan. Bahkan terdengar ada yang berteriak "Bravo!"
Saat dimintai tanggapannya usai paripurna, Gubernur Anies Baswedan pun nampak ceria.
"Ramadan tahun ini terasa membawa berkah bagi Pemprov DKI Jakarta karena terakhir kita mendapatkan opini WTP itu atas laporan tahun 2012. Sesudah itu kita tidak pernah mendapatkan WTP," katanya.
Meski demikian, mantan Mendikbud ini mengatakan, keberhasilan mendapatkan opini WTP merupakan jerih payah semua pejabat Pemprov DKI yang dipimpin oleh Wagub DKI Sandiaga Uno. Meskipun awalnya merasa pesimis bisa meraih opini WTP dari BPK.
"Semua bekerja siang-malam, teman-teman berseragam ini nggak nampak di depan kamera, tapi mereka yang bekerja siang-malam, memastikan. Jadi, satu hal yang kami jadikan hikmah dari capaian WTP ini begitu ada kemauan maka ada jalan. Begitu ada kemauan ada kerja keras, maka bisa dicapai," katanya.
Anies pun berterima kasih kepada BPK atas bimbingan yang diberikan, sehingga Pemprov DKI bisa menindaklanjuti temuan-temuan dari laporan hasil pemeriksaan tahun-tahun sebelumnya.
"Bimbingan dari BPK sangat instrumental. Kerja sama dengan BPKP sangat instrumental. Tapi yang tidak kalah penting adalah komitmen internal untuk membereskan semua catatan-catatan yang diberikan BPK. Memang itu kerja keras sekali. Dan saya perhatikan dari sisi waktu, energi sangat menyedot. Tapi alhamdulillah itu semua menghasilkan babak baru," katanya.
Anies berharap prestasi ini bisa terulang pada tahun selanjutnya. Dia bahkan berjanji akan segera menindaklanjuti temuan-temuan yang masih disoroti BPK, salah satunya mengenai pengelolaan bantuan operasional pendidikan (BOP) dan bantuan opersional sekolah (BOS).
"Saya sampaikan tadi ini bukan akhir. Ini adalah awal baru untuk pengelolaan tata keuangan yang lebih baik di Pemprov DKI Jakarta dan insyaallah ke depan kita akan bisa tingkatkan terus. Semua yang masih jadi catatan sekarang akan kita tindak lanjuti, kita bereskan," tegasnya. (man)






