RI - India Sepakat Jalin Kerjasama Bidang Energi Terbarukan

02/11/2015 12:02 WIB PEMERINTAHAN
harianumum.com

Jakarta - Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman antara Indonesia dan India menjadi awal dimulainya kerjasama dua negara di bidang energi terbarukan.

MoU tersebut ditandatangani oleh Dirjen Energi Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rida Mulyana, dengan Duta Besar India untuk Indonesia, Gujrit Singh.

Penandatanganan yang digelar di kantor Istana Wakil Presiden, Jakarta Senin (2/11) itu disaksikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan Wakil Presiden India, Mohammad Hamid Ansari.

Kerjasama tersebut bertujuan untuk mengembangkan kapasitas bersama kedua negara dalam bidang energi terbarukan. Hal itu dicapai melalui kerjasama dalam bidang penelitian, dan transfer teknologi serta investasi.

Wakil Presiden India, Hamid Ansari dalam sambutannya, mengatakan kerjasama dalam bidang energi terbarukan menurutnya cukup penting, mengingat kedua negara juga bertanggungjawab dalam memerangi permasalahan iklim dan masalah lingkungan lainnya.

Melalui energi terbarukan, diharapkan target kedua negara menekan tingkat emisi bisa tercapai. "India dan Indonesia telah berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon sebesar masing-masing 35 persen dan 29 persen pada tahun 2009," kata Hamid.

Sementara itu Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, Indonesia dan India memiliki hubungan yang baik sejak lama, terutama di bidang sosial, peradaban, dan budaya. "Begitu juga di bidang politik yang sangat baik sekali selama lebih 60 tahun, dan hubungan ekonomi yang selalu ingin kita tingkatkan," kata JK.

"Dalam bidang politik, berbagai cara dan juga tentu bidang yang selama itu jadi bagian dari pada kerja sama itu. Begitu juga tentu yang harus kita tingkatkan adalah kerjasama di bidang ekonomi," ungkapnya.

Lebih lanjut JK mengatakan, hasil pembicaraannya menghasilkan kesepatakan kerja sama, dalam bidang energi terbarukan dan investasi di bidang perdagangan.

Sebagai contoh, perdagangan Indonesia dan India mencapai US$ 20 miliar dolar per tahun. JK mengharapkan adanya peningkatan dalam sektor perdagangan kedua negara.

"Karena itu lah maka diharapkan perdagangan ini akan meningkat, baik di bidang komoditas dan industri. Karena itulah maka kunjungan beliau sangat berarti," terangnya.

Sekedar diketahui terkait kerjasama energi terbarukan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said berencana akan bertandang ke India untuk menindaklanjuti skema kerjasama pengembangan energi alternatif.

BERITA TERKAIT


Tidak ada berita terkait