Realisasi Pajak DKI Telah Mencapai 64,12 Persen dari Target

13/09/2018 02:52 WIB KEUANGAN
pekan panutan pbb.jpg

Jakarta, Harian Umum- Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta, Faisal Syafruddin optimis pemasukan pajak tahun ini akan mencapai target, bahkan lebih.

Pasalnya, hingga 9 September 2018, dari target sebesar Rp38,125 triliun telah terealisasi Rp24,444 triliun atau 64,12%.

"Insya Allah kita harapkan bisa lebih dari 100%," katanya kepada harianumum.com melalui pesan WhatsApp, Rabu (12/9/2018).

Data yang diperoleh menyebutkan, dari 13 jenis pajak yang dikelola, pemasukan telah mencapai 58-71%, kecuali Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang baru terealisasi 44%, karena dari target Rp1,15 triliun, baru terealisasi Rp510,8 miliar.

Untuk PKB, dari target Rp8 triliun telah terealisasi Rp5,659 triliun (70,74%); BBNKB dari target Rp5,75 triliun telah terealisasi Rp3,67 triliun (63,83%); PBBKB dari target Rp1,25 triliun telah terealisasi Rp798,64 miliar (63,89%); Pajak Air Tanah (PAT) dari target Rp100 miliar telah terealisasi Rp67,641 miliar (67,48%); Pajak Hotel dari target Rp1,7 triliun telah terealisasi Rp1,077 triliun (63,39%); Pajak Restoran dari target Rp2,9 triliun telah terealisasi Rp2,074 triliun (71,54%).

Pajak Hiburan dari target Rp900 miliar telah terealisasi Rp543,6 miliar (60,41%);  Pajak Reklame dari target Rp1,15 triliun telah tercapai Rp686,26 miliar (59,68%);  Pajak Parkir dari target Rp685 miliar telah terealisasi Rp346,8 miliar (50,63%); BPHTB dari target Rp5,5 triliun telah terealisasi Rp2,708 triliun (49,24%); Pajak Rokok dari target Rp540 miliar telah terealisasi Rp358,58 miliar (66,40%); dan PBB dari target Rp8,5 triliun telah terealisasi Rp5,94 triliun (69,9%).

Sementara itu, dari tiga jenis retribusi yang ditargetkan mendapat pemasukan sebesar Rp689 miliar, telah terealisasi Rp412,27 miliar (59,76%) dengan rincian;  Retribusi Jenis Umum dari target Rp107,83 miliar telah terealisasi Rp81,42 miliar (75.51%);  Retribusi Jenis Usaha dari target Rp163,318 telah terealisasi sebesar Rp100,647 miliar (61,63%); dan Retribusi Izin dari target Rp418,75 miliar, telah terealisasi Rp230,201 miliar  (54,97%).

Faisal menjelaskan, pencapaian ini didapat karena BPRD memiliki program pendataan atau fiscal kadaster by sistem, tax clearance (kewajiban pembayaran pajak dalam pelayanan perizinan), penegakkan hukum dan pengembangan layanan berbasis IT.

Untuk menggenjot pemasukan dari Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2), pekan lalu Suban Pajak dan Retribusi di lima wilayah kota administrasi menggelar acara Pekan Panutan PBB-P2 untuk menggugah para wajib pajak (WP) agar memenuhi kewajibannya sebelum jatuh tempo pada 14 September 2018.

"Jika hingga jatuh tempo mereka belum membayar pajaknya, kita akan melakukan penertiban," katanya usai acara Pekan Panutan PBB-P2 di kantor Walikota Jakarta Pusat pada 5 September 2018. (rhm)

BERITA TERKAIT