Idrus Marham Ditahan KPK

01/09/2018 05:30 WIB HUKUM
idrus marham.jpg

Jakarta, Harian Umum- Mamtan Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham, menjadi korban Jumat keramat KPK karena langsung ditahan begitu selesai diperiksa sebagai tersangka kasus suap pembangunan proyek PLTU 1, Riau, Jumat  (31/8/2018) petang.

Mantan Sekjen Partai Golkar itu digiring ke Ruang Tahanan KPK Cabang Jakarta Timur dengan mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye.

"Ditahan selama 20 hari pertama," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah,  kepada awak media.

Dalam kesempatan sama, KPK juga memeriksa Eni Saragih sebagai tersangka kasus suap proyek berbiaya US$900 juta tersebut.

Diketahui, dalam kasus ini, Idrus bersama-sama mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih diduga menerima hadiah atau janji dari Bos Blackgold Natural Recourses Limited Johannes B Kotjo.

Uang suap itu diduga untuk memuluskan Blackgold masuk konsorsium pengagrap proyek PLTU Riau-1.
 
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata meminta Isrus koperatif demi penuntasan pengungkapan kasusnya.

"Lebih baik yang bersangkutan terbuka, kooperatif mengungkapkan kalau memang ada pihak-pihak lain yang ikut terlibat," katanya di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Menurut dia, sikap kooperatif Idrus akan membuat kasus yang juga telah menjerat mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Saragih dan Bos Blackgold Natural Recourses Limited Johannes B Kotjo itu terang benderang, sehingga perkara bisa lebih terang, dan bisa diungkap KPK dengan lebih menyeluruh.

Alex menjelaskan, Idrus ditahan karena penyidik KPK merasa telah memiliki alat bukti yang lebih dari cukup. Ia berharap proses hukum bagi Idrus bisa lebih cepat selesai.

"Syukur-syukur dalam satu bulan kami bisa selesaikan berkasnya dan kami limpahkan ke pengadilan, itu jauh lebih baik dibanding kami tunda-tunda," pungkas dia.  (man)

BERITA TERKAIT