Massa Penghadang Neno Warisman Diduga Kuat Dikirim dari Jakarta

27/08/2018 18:57 WIB KRIMINAL
cuitan twitter.jpg

Jakarta, Harian Umum-  Massa penghadang penggagas gerakan #2019GantiPresiden Neno Warisman di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II, Pekanbaru, Riau, Sabtu (25/8/2018) sore, diduga massa kiriman dari Jakarta.

Dugaan ini muncul berdasarkan kicauan @RelawanProSandi dan video yang diunggahnya di akun Twitter miliknya, Senin (27/8/2018).

"Bro. Duo Emak Emak MILITAN Pengawal Bunda Neno Warisan di Bandara Pekanbaru :"Aku di Bandara. Aku lihat mereka yg semalam ikut andil dlm kerusuhan. Mereka kiriman! Sekarang mrk mau Balik Ke Jkt. Kami saksinya! Ayo Fight!" katanya.

Dalam video tersebut, seorang perempuan muda berhijab oranye memberi kesaksian.

"Saya sedang berada di bandara (SSK II). Saya melihat (orang-orang yang) semalam, yang terlibat aksi kerusuhan yang dialami Bunda Neno  Nah, itu mereka .... itu ..."

Perempuan itu mengarahkan kamera ponselnya ke arah ruang tunggu bandara dimana di situ terdapat sejumlah pria yang sedang duduk.

"Kemungkinan mereka dibayar untuk datang ke sini, untuk kerusuhan ... Itu bukan orang Pekanbaru, bukan orang Pekanbaru ... tuh ... itu, mereka menghindar dari kita ...."

Perempuan itu kembali mengarahkan kamera ponselnya, kali ini kepada seorang pria yang bergerak menjauh. Lalu seorang ibu-ibu berhijab pink tua, muncul di kamera perempuan berhijab oranye itu.

"Bu, ibu .... coba jelaskan ....," pinta perempuan muda itu.

Ibu-ibu berhijab pink itu itu mengatakan bahwa ada yang aneh di bandara.

"Malam tadi saya kan mengantar Mbak Neno ke airport, kami kejar-kejaran, jalan kaki dengan Mbak Neno, dan kami jumpa mereka. Nah, sekarang mereka ada di airport ... ini ada apa? Kenapa kita diperlakukan begitu?  Ayo kalau mau kita fight...," katanya.

Perempuan muda berhijab oranye muncul lagi, dan berkata:

"Ini kita saksi ya, Bu? Kita melihat langsung mereka ada saat di kejadian penghadangan Mbak Neno," katanya.

Sebelumnya, Komisioner Komnas HAM Manejer Nasution kepada TVOne mengatakan kalau aksi penghadangan itu patut diduga merupakan persekusi dan bukan aksi yang dilakukan secara spontan.

Pasalnya, massa yang berjumlah ratusan orang itu tahu pesawat yang ditumpangi Neno sudah tiba dibandara, sehingga patut diduga ada yang membocorkan manifest (daftar penumpang) pesawat.

"Karena itu Polisi harus mengusut tuntas kasus ini secara profesional dan mandiri, dan harus bisa menghentikan persekusi seperti ini agar tidak terulang di masa depan, karena menyampaikan pendapat merupakan hak konstitusional rakyat," katanya.

Ia bahkan mengingatkan, jika negara melalui Polri tidak dapat menghentikan kasus seperti ini dan mengusutnya hingga tuntas, maka negara dapat dianggap melanggar HAM. (rhm)

BERITA TERKAIT