PKS Kalah Lagi dari Fahri Hamzah

03/08/2018 14:27 WIB HUKUM
fahri hamzah2.jpg

Jakarta, Harian Umum-  Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kalah lagi dari Fahri Hamzah, karena Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi PKS  atas kekalahannya di pengadilan tingkat pertama (Pengadilan Negeri Jakarta Sekatan) dan di tingkat banding (Pengadilan Tinggi).

Persidangan ini bergulir setelah PKS memecat Fahri dari posisi sebagai kader partai itu, yang dinilai Fahri sewenang-wenang.

Putusan MA yang menolak kasasi PKS tertuang dalam perkara bernomor 1876 K/PDT/2018 tanggal 30 Juli 2018 dengan majelis hakim yang terdiri dari Takdir Rahmadi, Maria Anna Samiyati, dan Yunus Wahab.

Meski demikian, putusan ini belum final karena PKS masih dapat mengajukan pembelaan terakhir, yakni dengan mengajukan Peninjauan Kembali (PK).

Saat dihubungi pada Kamis (2/8/2018) malam, Fahri mengaku belum menerima salinan putusan kasasi MA .

"Tentu ditolaknya kasasi dari pimpinan PKS itu berakibat untuk menjalankan keseluruhan putusan. Keputusan inilah disebut inkrah, siap untuk dieksekusi," katanya.

Meski demikian wakil ketua DPR ini mengaku lega atas kemenangannya ini, karena selama ini tak sedikit kader PKS yang resah oleh pola kepemimpinan Presiden PKS Sohibul Iman dan Ketua Dewan Syuro PKS Salim Segaf Aljufri, sehingga mereka berharap agar Sohibul Iman Cs sadar dari kekeliruannya.

"Saya dapat banyak sekali WA dan pesan dari kader. Yang sederhananya ngomong semoga pimpinan kita segera sadar, umumnya bilang begitu," kats dia.

Seperti diketahui, perseteruan Fahri dengan PKS bermula ketika PKS memecat Fahri dengan dalih telah melanggar peraturan partai, namun Fahri membantah karena dia tidak merasa melanggar sebagaimana yang dituduhkan.

Fahri lalu menggugat PKS ke PN Jaksel, dan menang, karena PN memutuskan bahwa pemecatan itu tidak sah dan PKS diwajibkan memberikan ganti rugi sebesar Rp30 miliar.

PKS banding ke Pengadilan Tinggi (PT) tapi PKS kalah dan PT menguatkan putusan PN Jaksel.

PKS tak menyerah dan mengajukan kasasi ke MA, namun ternyata kalah lagi.

Diduga PKS memecat Fahri karena politisi yang dijuluki Singa Senayan itu sangat keras dalam mengkritisi Presiden Jokowi dan pemerintahannya. Dalam salah satu statemennya, Fahri bahkan tak segan-segan menyebut Jokowi sebagai presiden boneka.

Jika PKS mengajukan PK dan ternyata kalah lagi, mau tak mau, suka tidak suka, Sohibul Imam dan Salim Segaf harus kembali mengangkat Fahri sebagai kader partai dakwah itu.  (rhm)

BERITA TERKAIT