Merasa Didiskriminasi, Mesut Ozil Keluar dari Timnas Jerman

23/07/2018 16:28 WIB SPORT
mesut-ozil-dan-erdogan.jpg

Berlin, Harian Umum- Mesut Ozil mundur dari tim nasional (Timnas) Jerman dan bersumpah tidak akan lagi membela Der Panzer, karena ia merasa didiskriminasi setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Mei 2018.

Seperti dikutip dari Reuters, Senin (23/7/2018),  gelandang 29 tahun itu dikritik karena bertemu Erdogan yang dituding melakukan pelanggaran hak asasi manusia.

Di sisi lain, nasib nahas Der Panzer di Piala Dunia 2018 karena tersingkir di fase grup, juga membuatnya menjadi sasaran kritik.

Atas serangan yang dialami setelah bertemu Erdogan, pengatur serangan Arsenal yang memiliki darah Turki ini membela diri, dan menurut Reuters, inilah kali pertama Ozil membahas masalah ini di depan umum.

"Bagi saya, berfoto dengan Presiden Erdogan bukan mengenai politik atau pemilihan, ini mengenai saya menghormati institusi tertinggi negara keluarga saya," kata Ozil melalui akun Twitter pribadinya.

Ozil menjelaskan , ia adalah pesepakbola profesional dan bukan politisi. Ia tidak memiliki keterkaitan atau dukungan terhadap situasi politik tertentu. Ia menegaskan pertemuannya dengan Erdogan bukan merupakan dukungan kebijakan apapun. 

"Perlakuan yang saya terima dari DFB (Asosiasi Sepak Bola Jerman) dan banyak pihak lainnya membuat saya tidak lagi ingin mengenakan kaus tim nasional Jerman," tambahnya.

Ozil merasa seperti tidak diinginkan oleh Tmnas, dan merasa apa yang telah ia lakukan untuk Timnas sejak debut pada 2009 dilupakan begitu saja. 

"Dengan berat hati dan setelah melakukan banyak pertimbangan karena kejadian-kejadian terkini, saya tidak akan lama lagi bermain untuk Jerman di level internasional karena saya memiliki perasaan rasisme dan tidak dihormati," tambahnya.

Ozil mengaku sudah tidak memiliki lagi perasaan bangga mengenakan seragam Tmnas.

 "Saya dulu mengenakan kaus Timnas Jerman dengan perasaan bangga dan kegembiraan, namun sekarang tidak lagi," pungkasnya. (man)

BERITA TERKAIT