Diserang Hoaks Deklarasi Capres di Balkot, Anies Makin Ngetop !

12/07/2018 04:41 WIB KRIMINAL
anies.jpg

Jakarta, Harian Umum-  Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mendapat serangan baru yang diyakini bertujuan untuk merusak citranya.

Serangan tersebut berupa kabar hoaks yang memanfaatkan rencana Majelis Nasional KAHMI  menggelar acara Silaturrahmi dan Halal Bi Halal Idul Fitri 1439 Hijriyah di Balai Agung, Kompleks Balaikota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (12/7/2018) pukul 19:00 WIB - 22:00 WIB dengan penceramah Muhammad Sabri.

Dalam kabar hoaks yang beredar tersebut dijelaskan kalau acara Majelis Nasional KAHMI di Balai Agung,  Kamis (12/7/2018) pukul 19:00 WIB - 22:00 WIB tersebut merupakan acara deklarasi KAHMI mendukung Anies sebagai calon presiden 2019.

"Hoaks itu, dan menurut saya yang membuat itu kejam. Semuanya kritis aja pada informasi. Itu hoaks," kata Anies di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu (11/7/2018), saat dikonfirmasi

Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar), Sugiyanto, menilai kalau serangan ini masuk kategori serangan berat karena tertuju langsung kepada Anies.

"Ya, itu Hoaks berat. Tak mungkinlah Anies mendeklarasikan dirinya sendiri sebagai Capres di kantor gubernur. Itu serangan langsung kepada Anies," katanya kepada harianumum.com melalui telepon.

Pria berkacamata yang akrab disapa SGY ini  memprediksi, Anies akan terus diserang dari segala arah dan dengan berbagai macan cara, demi untuk menjatuhkan citranya karena namanya sedang naik daun dan dipercaya dapat mengalahkan Capres pertahana Joko Widodo.

SGY mengingatkan kepada pihak-pihak yang gagal move on akibat kekalahan Ahok-Djarot atas Anies-Sandi di Pilkada DKI 2017, untuk lebih cerdas dalam bersikap dan bersaing, dengan menggunakan cara-cara yang terhormat dan elegan.

"Menyerang dengan berita hoaks dan fitah adalah cara kampungan. Publik sudah cerdas," katanya. 

Ia memprediksi, serangan ini justru akan membuat masyarakat simpati kepada Anies, sehingga nama mantan rektor Universitas Paramadina itu akan semakin populer dan ngetop.

Seperti diketahui, belakangan ini nama Anies semakin ramai dibicarakan karena sudah dua elemen masyarakat yang mendeklarasikan dukungan agar dirinya maju sebagai Capres di Pilpres 2019, yakni Gerakan Indonesia Untuk Indonesia dan Aliansi Nasional IndonEsia Sejahtera (Anies).

Kedua elemen masyarakat itu menilai, Anies layak menjadikan Jokowi memimpin Indonesia karena dia merupakan sosok pemimpin muda yang berani, jujur dan kompeten. Hal itu dibuktikan, antara lain dengan merealisasikan janji-janji kampanyenya, seperti janji menyediakan rumah dengan DP 0 rupiah, menutup hotel mesum Alexis dan menghentikan proyek reklamasi.

SGY sendiri pernah mengatakan, jika Anies menjadi Capres di 2019, dia dapat mengalahkan Jokowi. Semebtara jika dia menjadi Cawapres, maka elektabilitasnha akan dapat mendongkrak perolehan suara pasangan Capres-nya, sehingga mereka dapat memenangkan Pilpres. (rhm)

BERITA TERKAIT