Anies Tak Mau Bicara Soal Pencapresan

09/07/2018 21:17 WIB POLITIK
anies baswedan.jpg

Jakarta, Harian Umum- Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan agaknya mulai jenuh karena terus menerus ditanya tentang peluangnya nyapres di 2019.

"Kalau tanyanya tentang air di Jakarta, saya jawab; kalau tentang Asian Games, saya jawab; terus kalau tanya tentang industri, saya jawab. Tapi kalau Pilpres,  itu enggak ada dalam tupoksinya gubernur," kata dia kepafa wartawan usai apel Tim Pngawasan Terpadu Penyediaan Sumur Resapan dan Instalasi Pengolahan Air Limbah di kawasan JIEP, Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (9/7/2018).

Seperti juga pernah dikatakan sebelumnya, Anies menambahkan, urusan pencapresan sebaiknya ditanyakan kepada pimpinan partai yang mengusungnya saat Pilkada DKI 2017, karena merupakan kewenangan mereka.

"Saat ini saya ingin fokus untuk mengurus Jakarta, dan sebagai gubernur tidak semestinya saya berbicara mengenai Pilpres, karena gubernur adalah abdi negara yang bekerja melayani masyarakat," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, hingga kini telah ada dua komponen masyarakat yang mendeklarasikan Anies sebagai sosok yang akan mereka usung pada Pilpres 2019, karena Anies dianggap sebagai pemimpin muda yang berani, jujur dan kompeten.

Kedua elemen tersebut adalah Gerakan Indonesia Untuk Indonesia dan Aliansi Nasional IndonEsia Sejahtera (Anies).

Meski demikian tak sedikit warga Jakarta yang tak ingin Anies mengikuti jejak Jokowi yang hanya 1,5 tahun menjadi gubernur Jakarta setelah memenangi Pilkada DKI 2012, kemudian nyapres di 2014 dan menjadi presiden.

Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar), Sugiyanto, menilai, jika Anies nyapres maka citranya yang sejauh ini sangat baik, maka akan memburuk karena Anies akan dianggap sebagai politisi yang tidak beretika, tidak tahu diri dan tak tahu terima kasih seperti Jokowi yang diusung Gerindra di Pilkada DKI 2012, namun kemudian head to head dengan Prabowo di Pilpres 2014.

"Karena kalau Anies nyapres, dia akan berhadapan dengan Prabowo sebagai orang yang membuatnya menjadi gubernur Jakarta periode 2017-2022," tegasnya. 

Seperti diketahui, saat Pilkada DKI 2017, Anies dan wakilnya, Sandiaga Uno, diusung Gerindra, PKS dan PAN. Mereka mengalahkan pasangan Ahok-Djarot yang diusung koalisi PDIP yang di dalamnya terdapat Golkar, PKB, PPP, Hanura, Nasdem dan PKPI. (rhm)

BERITA TERKAIT