Pemprov DKI Diminta Usut dan Tangkap Penyebar Berita Hoaks Tentang HUT DKI Ke-491

20/06/2018 05:00 WIB KRIMINAL
sugiyantoo.jpg

Jakarta, Harian Umum- Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar), Sugiyanto, meminta Pemprov DKI Jakarta mengusut penyebaran hoaks terkait HUT Jakarta ke-491 melalui pesan WhatsApp, Selasa (19/6/2018).

Dalam berita yang disebarkan pihak tak bertanggung jawab tersebut dikabarkan bahwa Kepala Bidang Informasi Publik, Dinas Komunikasi Informatika dan Kehumasan DKI Jakarta mengatakan, untuk menyambut HUT Jakarta ke-491, Pemprov DKI menggelar Program “Jakarta Tersenyum”.

Program ini menggratiskan biaya masuk ke tempat wisata seperti Ancol, TMII, Monas dan Ragunan pada 20-24 Juni 2018.

"Ini berita hoaks karena sudah dibantah Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Dinas Kominfotik) DKI Jakarta," kata Sugiyanto kepada harianumum.com melalui telepon, Selasa (19/6/2018).

Aktivis yang akrab disapa SGY ini menjelaskan, perbuatan pelaku menyebarkan berita itu merupakan tindak pidana yang dapat dijerat dengan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Perbuatan pelaku juga bisa menimbulkan keributan, bahkan kehebohan. Bayangkan kalau mulai besok (Rabu, 20/6/2018) orang-orang berbondong-bondong ke tempat-tempat itu, tapi ternyata tidak gratis, siapa yang bakal disalahkan? Siapa yang bakal dihujat karena dianggap berbohong?" tanyanya.

Ia pun curiga kalau si pelaku penyebaran hoaks punya sasaran dan tujuan tertentu.

"Sasaran hoaks itu kemungkinan besar Gubernur Anies Basedan dan Wagub Sandiaga Uno. Tujuannya, bisa jadi untuk menyudutkan dan mendiskreditkan, juga menggangu pemerintahan Anies-Sandi seperti ketika muncul berita tentang pohon imitasi dan bak sampah yang dibeli dari Jerman,"  imbuhnya.

Meski demikian kata SGY menegaskan, untuk membuktikan kecurigaan ini, Pemprov harus mengusut pelakunya, dan ditangkap.

Dari kajian harianumum.com atas berita atau broadcast hoaks itu, ditemukan beberapa kekeliruan fatal. 

Dalam berita itu, sumber berita disebutkan merupakan Kepala Bidang Informasi Publik, Dinas Komunikasi Informatika dan Kehumasan DKI Jakarta,  namun bernama Cucu. Padahal pemilik nama ini, yakni Cucu A Kurnia, saat ini menjabat sebagai Kepala Suku Dinas Pariwisata Kepulauan Seribu.

Na!a Cucu itu dimunculkan pada deskripsi berikut; Dikatakan Cucu, tanggal 20 Juni 2018, pihaknya akan menggratiskan masuk kolam renang yang ada di seluruh gelanggang remaja di Jakarta. Lalu, pada 21 Juni 2018 pihaknya menggratiskan warga untuk masuk ke kawasan wisata Monas. 

“Tepat di tanggal 22 Juni atau bersamaan dengan hari ulang tahun Kota Jakarta, kami menggratiskan warga Jakarta masuk Ancol,” sambungnya.

Dalam berita hoaks ini juga disebutkan kalau layanan semua koridor Transjakarta juga digratiskan.

Bukan itu saja, pelayanan juga digratiskan saat mengurus akta kelahiran bagi bayi yang lahir pada 18 Juni. Sedangkan pemeriksaan gula darah gratis di seluruh RSUD di Jakarta akan dilangsungkan pada 19 Juni. 

Masih di hari yang sama, warga juga dapat menikmati layanan cabut gigi gratis di 44 puskesmas tingkat kecamatan. 

Dalam bantahannya, Kepala Bidang Informasi Publik, Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik DKI Jakarta, Raides Aryanto, mengatakan, berita hoaks ini merupakan berita yang pernah ditayangkan sebuah media di Jakarta pada 9 Juni 2012.

"Jadi, ini broadcast tidak benar atau hoax," tegasnya.

Raides melihat ada beberapa kejanggalan dari berita ini. Di antaranya nama dinas yang tidak dan tak ada konfirmasi dari pejabat terkait.

"Pada broadcast tersebut disebutkan nama dinas adalah Dinas Komunikasi Informatika dan Kehumasan. Padahal saat ini sudah berubah menjadi Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik," katanya.

Ia pun meminta masyarakat untuk tidak mempercayai informasi yang disebarkan pihak tak bertanggungjawab tersebut.

"Itu berita lama yang dicopy paste, lalu diganti tanggal dan tahunnya tanpa ada konfirmasi terbaru dengan pejabat yang dimuat dalam informasi itu," tegasnya lagi. (rhm)

 


 

BERITA TERKAIT