Selama Ramadhan Harga Pangan Terkendali, Inflasi Turun 10 Persen

20/06/2018 01:09 WIB PEMERINTAHAN
sandiaga uno.jpg

Jakarta, Harian Umum- Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, pada Mei 2018 atau selama Ramadhan 1439 H, Pemprov DKI berhasil mengendalikan harga pangan, sehingga inflasi turun 10% di banding pada April 2018 atau secara (pmonth to month (M-t-M).

"Selama Ramadhan (pada Mei 2018), inflasi berada di angka 0,45%, turun sekitar 10% dari 0,49% secara month to month," katanya dalam jumpa pers di Jakarta Smart City, Kompleks Balaikota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (19/6/2018).

Ia menyebut, keberhasilan ini disebabkan pola Kegerus yang diterapkan, yang merupakan akronim dari Keroyokan, Gerilya dan Urai Satu-satu.

"Disebut Keroyokan karena untuk pengendalian harga pangan selama Ramadhan, kita melibatkan semua stakeholder terkait seperti Kementerian Pertanian, Bulog, Bank Indonesia, BPS, Kepolisian, Satgas Pangan. dan lain-lain," katanya.

Untuk Gerilya, Sandi mengaku pihaknya bersama BUMD sektor pangan seperti PD Pasar Jaya, Food Station Tjipinang dan Dharma Jaya, melakukan peninjauan hingga 17 kali ke titik-titik perdagangan, terutama pasar-pasar tradisional, dan berkunjung ke Magelang, Brebes serta Blitar yang menjadi sentra pemasok bahan pangan seperti bawang merah, bawang putih, cabai dan telor, untuk memastikan pasokan komoditi- komoditi itu selama Ramadhan, lancar dan aman.

"Kita bersyukur karena dari peninjauan-peninjauan itu, kita tahu bahwa 80-85% warga Jakarta masih berbelanja di pasar tradisional. Karena itu saya minta PD Pasar agar meningkatkan lagi (peran, fungsi dan pelayanan) sub-sub pasar," jelas Sandi.

Terakhir, untuk Urai Satu-satu, Pemprov dan BUMD pangan menjaga benar lalu lintas distribusi pangan yang fluktuasi harganya berpengaruh langsung pada inflasi, seperti beras, cabai merah kriting, bawang merah, bawang putih dan daging sapi.

"Alhamdulillah, berkat kerja keras kita semua, inflasi Ramadhan tahun ini jauh lebih baik, bahkan dibanding inflasi pada Ramadhan tahun lalu, " katanya.

Sandi menyebut, secara years to day (Y-t-D),  tingkat inflasi pada Ramadhan 2019 mencapai 1,41%, turun dibanding Ramadhan 2018 yang sebesar 1,85%.

Pada Mei 2018 atau saat Ramadhan 1439H, harga  daging ayam ras di Jakarta berada di kisaran Rp41.991/kg, naik tipis 4,8% dibanding pada April 2018 yang berada di Rp39.961/kg.

Harga cabai merah pada Mei 2018 mencapai Rp56.056/kg, turun 6,9% dari harga pada April yang sebesar Rp59.940/kg.

Harga bawang putih pada Mei 2018 sebesar Rp33.862/kg, turun cukup tajam 30,7% dari harga April yang berada di Rp44.265/kg.

Daging sapi naik agak tinggi pada Mei 2018, yakni 25,7% menjadi Rp163.787/kg dari Rp121.716/kg pada April.

Bawang merah juga naik agak tinggi, yakni 34,8% dari Rp35.596/kg pada April, menjadi Rp54.597/kg pada Mei.

Bahan pangan penyumbang inflasi tertinggi, menurut Badan Pusat Statistik (BPS) DKI dan Bank Indonesia (BI) adalah bawang merah (34,8%), daging sapi (25,69%), dan telur ayam ras (14,27%).

Pada Mei 2018, telur ayam ras diperdagangkan Rp27.002/kg, naik 14,27% dibandingkan pada April yang dijual dengan harga Rp23.147/kg. (rhm)

BERITA TERKAIT