Mantan Kapolda Metro Jaya Dilantik Jadi Pejabat Gubernur Jabar

18/06/2018 22:37 WIB POLITIK
mendagri-dengan-ini-resmi-melantik-iriawan-sebagai-penjabat-gubernur-jawa-barat.jpg

Jakarta, Harian Umum- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, Senin (18/6/2018), melantik Komjen Pol M Iriawan sebagai Pejabat (Pj) Gubernur Jawa Barat di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Senin (18/6/2018). 

Mantan Kapolda Metro Jaya itu akan memimpin Bumi Pasundan hingga gubernur Jabar terpilih melalui Pilkada Jabar 2018, dilantik.

Usai pelantikan, Tjahjo mengakui kalau pengangkatan ini memang pernah memicu polemik mengingat 2018 merupakan tahun politik karena ada Pilkada serentak di 117 wilayah, termasuk Jabar, sehingga atas masukan Menko Polhukam Wiranto, wacana mengangkat perwira aktif TNI/Polri menjadi pejabat gubernur, dibatalkan demi menjaga netralitas kedua lembaga tersebut. 

Namun ia juga mengakui, pengangkatan jadi dilakukan karena Irawan yang saat polemik itu muncul masih berpangkat Irjen dan menjabat sebagai Asisten Kapolri Bidang Operasi, dipindahtugaskan menjadi Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional, dan pangkat naik menjadi Komjen. 

Dengan dipindahtugaskannya Iriawan, Tjahjo melihat tidak ada masalah dari sisi aturan untuk menunjuknya sebagai Pj Gubernur Jawa Barat. Itu karena Iriawan sudah tidak lagi bertugas di Mabes Polri.

"Ya, sudah akhirnya dengan Pak Iriawan dimutasikan dari pejabat aktif Mabes Polri ke lembaga yang struktur eselonnya sama dengan Dirjen, ya sudah enggak ada masalah. Sesuai aturan dan mekanisme yang ada," ujarnya. 

Tjahjo mengaku, alasan penunjukan Iriawan sebagai Pj gubernur Jabar adalah demi kepentingan tiga momen penting politik, yaitu Pilkada Jawa Barat 2018, Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019.

Namun tugas Iriawan yang akrab disapa Iwan Bule, bukanlah untuk urusan politik praktis, melainkan meningkatkan partisipasi politik masyarakat pada ketiga hajatan politik itu. Iriawan harus secepatnya berkoordinasi dengan bupati/walikota se-Jawa Barat untuk mendorong pelayanan publik.

"Kuncinya, beri pelayanan masyarakat dengan baik. Urusan Pilkada itu tanggung jawab bersama, keamanan sudah disiapkan dari tingkat Polri sampai Danramil; melibatkan juga tokoh adat, agama," katanya.

Untuk diketahui, Irawan pernah bikin heboh karena saat Aksi Bela Islam (ABI) pada 4 November 2016 atau Aksi 411, ia yang saat itu menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya, memprovokasi massa Front Pembela Islam (FPI) agar menghajar massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Video provokasi Irawan ini sempat viral di media sosial, dan Irawan kemudian dilaporkan HMI ke Propam Mabes Polri. (rhm)

BERITA TERKAIT