Dongkrak Sektor Wisata, DKI Perlu Bangun Tempat Wisata Unggulan Baru

18/06/2018 21:22 WIB PEMERINTAHAN
sgy.jpg

Jakarta, Harian Umum- Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar), Sugiyanto, mengatakan, Pemprov DKI Jakarta perlu membangun tempat wisata unggulan baru untuk mengakomodir kebutuhan warganya yang haus akan tempat-tempat rekreasi.

Pasalnya, saat ini, setiap musim liburan, pengunjung tempat-tempat wisata di Jakarta, seperti Ancol, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan Taman Margasatwa Ragunan, selalu membludak, sehingga tempat-tempat wisata itu seolah tak lagi dapat menampung pengunjung karena over capacity.

"Kondisi ini perlu dicarikan solusi. Apalagi karena selama ini banyak sekali warga Jakarta yang pelesiran ke luar kota, seperti ke Puncak, Lembang, Pantai Carita dan lain-lian, sehingga uang yang mereka belanjakan yang seharusnya masuk PAD (Pendapatan Asli Daerah) DKI Jakarta, masuk PAD daerah lain," katanya kepada harianumum.com di Jakarta, Senin (18/6/2018).

Diakui, setiap orang memang berhak untuk berdarmawisata kemana pun mereka mau, namun menurutnya, jika Pemprov DKI dapat membuat warganya hanya pelesiran di daerahnya sendri, kenapa tidak?

Untuk itu, katanya, ia menyarankan agar Pemprov DKI membangun tempat wisata unggulan baru yang menarik dan yang membuat siapa pun yang datang ke sana akan kembali dan kembali lagi.

Karena wilayah di lima kota administrasi telah padat penduduk dan minim lahan terbuka dengan area yang luas, ia menyarankan tempat wisata unggulan baru itu dibangun di Kabupaten Kepulauan Seribu.

"Di Kepulauan Seribu ada banyak sekali pulau dengan potensi wisata yang luar biasa, sehingga jika potensi itu digali lebih dalam dan dikembangkan, hasilnya pasti luar biasa," kata dia.

Aktivis yang akrab disapa SGY ini menyebut pulau-pulau dimaksud, di antaranya Pulau Pari, Pulau Tidung, Pulau Bira dan Pulau Semak Daun.

"Nanti tinggal dikaji yang mana yang lebih layak untuk dijadikan tempat wisata unggulan, lalu dikonsep, dikembangkan dan dipromosikan. Saya yakin, kalau tempat wisata unggulan ini dikelola dengan baik, profesional, dan menjanjikan suasana liburan yang berbeda dengan di tempat lain, warga Jakarta yang selama ini lebih memilih berlibur ke luar kota, akan tertarik ke sana," imbuhnya.

Ketika disinggung soal sarana transportasi yang masih sulit dan mahal untuk mencapai Kepulauan Seribu karena harus menyeberangi laut, SGY menegaskan bahwa dengan dibangunnya tempat wisata unggulan di sana, maka sarana transportasi disediakan dalam satu paket.

Artinya, Pemprov DKI juga menyiapkan sarana transportasi yang murah dan cepat, yakni sarana transportasi yang disubsidi.

"APBD DKI merupakan yang tertinggi di Indonesia (APBD DKI 2018 senilai Rp77,1 triliun, red). Kalau ada kemauan, menyediakan sarana transportasi yang disubsidi pasti bisa. Apalagi karena ini untuk kemajuan sektor wisata," katanya.

Meski demikian SGY mengingatkan bahwa sebaiknya pulau yang dijadikan tempat wisata unggulan bukan pulau yang dikuasai korporasi atau perorangan agar tidak menjadi masalah di kemudian hari.

"Karena itu sebelum ditetapkan sebagai tempat wisata unggulan, status pulau harus dipastikan lebih dulu," pungkasnya. (rhm)

BERITA TERKAIT