Kecewa Golkar Mengekor Pemerintahan Jokowi, Titiek Soeharto Merapat ke Partai Berkarya

12/06/2018 11:45 WIB POLITIK
siti-hediati-hariyadi-atau-titiek-soehart.jpg

Jakarta, Harian Umum- Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto, keluar dari Partai Golkar dan bergabung dengan Partai Berkarya, partai yang didirikan adiknya; Tommy Soeharto, karena kecewa partai penopang 32 tahun pemerintahan ayahnya (Orde Baru) itu menjadi partai pendukung pemerintahan Jokowi.

Konsekwensinya, ia pun harus melepas kursi DPR periode 2014-2019 yang didudukinya.

"Saya sedih .. Saya ingin menjerit untuk protes dan menyuarakan hati nurani rakyat..! Tapi saya tidak dapat melakukan hal itu.. karena saya sebagai orang Golkar.. partai pendukung Pemerintah," katanya melalui siaran tertulis yang tersebar di media sosial, Senin (11/6/2018).

Titiek mengakui, pemerintahan Jokowi bukann pemerintahan yang amanah karena ia melihat sendiri bahwa keadaan bangsa Indonesia di tangan pemerintahan ini sungguh sangat memprihatinkan.

"Pada saat kurang lebih 7 juta tenaga kerja kita nganggur, dan butuh pekerjaan untuk menghidupi keluarga mereka di tengah kondisi ekonomi yang mencekik, negara dibanjiri TKA yang  tidak lebih pandai dari tenaga kerja kita," katanya.

Sementara itu, alam dan tanah yang begitu subur yang Allah karuniakan, seolah-olah tidak ada artinya karena tidak dapat mengolahnya dengan baik untuk memenuhi kebutuhan pangan, sehingga semua kebutuhan diimpor.

Kekayaan sumber daya alam yang melimpah yang Allah karuniakan kepada Indonesia, tidak dapat dinikmati oleh rakyat karena tidak dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk  kemakmuran rakyat sebagaimana diamanatkan oleh undang-undang.

Di sisi lain, penyelundupan narkoba yang berton-ton jumlahnya, yang sudah pasti bisa menghancurkan bangsa Indonesia, sungguh sangat menyedihkan pemerintah tidak sedikitpun berkomentar tentang hal itu.

"Ini adalah sebagian kecil dari hal-hal yang memprihatinkan kita bersama yang terjadi saat ini," katanya.

Titiek menyesalkan, seharusnya Golkar sebagai partai besar, sebagai pendukung dan sahabat yang baik, bisa memberi masukan mana hal-hal yang baik dan yang buruk kepada Pemerintah, tidak hanya sekedar mengekor dan ABS (asal bapak senang).

"Saya adalah anak biologis Presiden Soeharto. Saya tidak bisa berdiam diri untuk tidak menyuarakan jeritan rakyat. Oleh karena itu saya memutuskan untuk KELUAR dari Partai Golkar dan memilih untuk memperjuangkan kepentingan rakyat melalui Partai BERKARYA," katanya.

Ia pun dengan ikhlas melepas satu kursi di Fraksi Golkar DPR RI yang sejak 2014 lalu didudukinya.

"Saya mohon pamit kepada teman-teman di DPR. Terima kasih untuk persahabatan dan kebersamaan kita selama ini, baik di Komisi IV, BKSAP maupun saat di rapat Paripurna. Saya pasti akan merindukan saat kebersamaan kita... Doakan kita bertemu lagi tahun depan.. I SHALL RETURN !!" katanya.

Titiek juga berterima kasih kepada Partai Golkar yang telah menempa dirinya menjadi salah satu politikus wanita yang diperhitungkan di Republik ini.

"Saat ini Golkar sudah memiliki begitu banyak politikus andal, Golkar tidak membutuhkan saya, tapi saya sangat dibutuhkan oleh Partai Berkarya. Partai Berkarya harus lulus parliamentary threshold dalam Pemilu Legislatif tahun depan, agar Partai Berkarya dapat melanjutkan cita-cita Pak Harto untuk mensejahterakan Bangsa ini, mencerdaskan Bangsa ini, menciptakan kehidupan masyarakat yang adil makmur dan sejahtera berdasarkan Pancasila dan UUD 1945," katanya lagi.

Titiek mengakui kalau Partai Berkarya menyadari bahwa untuk lolos parliamentary threshold merupakan pekerjaan yg sangat berat, dan tidak bisa dilakukan sendiri.

"Oleh karena itu, kami membutuhkan dukungan seluruh masyarakat dan seluruh komponen bangsa, agar cita-cita dari Pak Harto dan para pendiri Bangsa ini bisa segera terwujud : Indonesia menjadi Bangsa yang besar,
Bangsa yg bermartabat dengan rakyatnya yang cerdas, hidup adil, makmur dan sejahtera," pungkasnya.

Seperti diketahui, pasca kepemimpinan Aburizal Bakrie, Golkar merapat ke pemerintahan Jokowi. Bahkan ketua umumnya yang sekarang, Airlangga Hartanto, tengah berjuang agar dapat menjadi Cawapres Jokowi pada Pilpres 2019.

Tak hanya titik yang kecewa pada posisi Golkar saat ini. Pryo Budi Santoso, salah satu kader senior Golkar, bahkan telah lebih dulu merapat ke Partai Berkarya dan menjabat sebagai Sekjen partai itu. (rhm)

BERITA TERKAIT