Anies Dideklarasikan Jadi Capres, Ini Reaksi Pendukung Prabowo

09/06/2018 14:42 WIB POLITIK
jimmi ck.jpg

Jakarta, Harian Umum- Pendukung Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, bereaksi keras atas langkah Gerakan Indonesia Untuk Indonesia yang mendeklarasikan Anies Baswesan for President 2019-2024 di Jakarta, Jumat (8/6/2018).

"Kami tetap berhaluan kepada Prabowo. Beliau lah yang kami dukung sebagai Capres sebagaimana telah diputuskan DPP Partai Gerindra dan didukung partai koalisi (PKS dan PAN)," tegas Ketua Umum Gerakan Laskar (GL) Pro 08, Jimmi CK, kepada harianumum.com usai pemberian santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa di Markas Komando GL Pro 08 di kawasan Utan Kayu Utara, Jakarta Timur, Jumat (8/6/2018) malam.

Ia menegaskan, jika Anies diposisikan sebagai Cawapres, maka organisasinya akan mendukung penuh karena sejak dua bulan lalu pihaknya telah mewacanakan duet Prabowo-Anies di Pilpres 2019.

Sebab, kata dia, saat ini Anies memang tokoh yang sedang menjadi perhatian publik karena gaya kepemimpinannya sebagai gubernur DKI Jakarta yang soft, tidak plin plan, mampu merealisasikan janji-janji kampanye, pro rakyat kecil dan dia bahkan berani membuktikan janjinya untuk menghentikan proyek reklamasi dengan menyegel Pulau C dan D yang dibangun PT Naga Kapuk Indah.

"Anies saat ini termasuk figur dengan elektabilitas yang tinggi, sehingga jika dia menjadi Cawapres Prabowo, maka dia akan mendongkrak perolehan suara dan Prabowo bisa memenangi Pilpres. Tapi bahwa dia akan menggantikan Prabowo sebagai Capres, kami rasa tak mungkin," tegasnya.

Ketika ditanya bagaimana jika Anies 'dicomot' poros ketiga yang kemungkinan dimotori Partai Demokrat yang hingga kini belum memutuskan untuk mengusung Presiden Jokowi atau Prabowo? Jimmi mengingatkan bahwa Anies merapat ke poros Prabowo setelah dicopot Jokowi dari posisi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, bukan karena sakit hati, melainkan karena melihat dan menyadari bahwa ada yang tak beres di poros Jokowi, dan dia juga melihat begitu banyak ketimpangan dan ketidakadilan di era pemerintahan Jokowi ini, bahkan kebohongan-kebohongan.

"Saya melihat dia nyaman di poros Prabowo dan saya juga yakin dia bukan tipe seorang pengkhianat, sehingga jika tidak menjadi Cawapres Prabowo, maka dia akan menyelesaikan tugasnya sebagai gubernur DKI Jakarta hingga 2022," katanya. 

Jimmi juga mengingatkan kalau Anies masih muda,  masih 49 tahun, dan karir politiknya masih panjang.

"Kalau dia konsisten memimpin Jakarta seperti yang dia tampakkan saat ini, dan Jakarta menjadi seperti yang dia inginkan, yakni menjadi kota yang maju dengan warganya yang berbahagia, maka langkahnya untuk menjadi presiden pasti akan mulus karena rakyat Indonesia akan memilih dia saat Pilpres 2024," katanya.

Jimmi pun meminta Anies bertahan dari godaan politik yang begitu dahsyat menguji mentalnya.

"Jangan seperti Jokowi (yang meninggalkan jabatan gubernur DKI untuk nyapres di 2014," pesannya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah tokoh, ulama, aktivis dan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Indonesia Untuk Indonesia, Jumat (8/6/2018), di Jakarta, mendeklarasikan Anies Baswedan for President 2019-2024.

Mereka di antaranya Ustad Haikal Hasan Baras, Fahmi Salim Zubair, KH Wahfiuddin, Taufan Maulamin, Jeje Zainuddin, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan Komunitas Anak-Anak Muda Milineal.

Dalam rilisnya, Gerakan Indonesia Untuk Indonesia menjelaskan kalau deklarasi dilakukan setelah melakukan kajian yang serius, sungguh-sungguh dan mendalam terhadap pribadi, track record, baik integritas, kinerja dan elektabilitas Anies Baswedan, dan dengan mempertimbangkan keadaan dan kebutuhan bangsa saat ini.

Dari kajian itu, Gerakan Indonesia Untuk Indonesia menilai Anies layak untuk dideklarasikan sebagai Calon Presiden RI 2109-2024. 

"Deklarasi ini didasarkan pada syarat komitmen, integritas, kapasitas dan elektabilitas yang terpenuhi di dalam diri Anies Baswedan," kata gerakan itu dalam rilisnya.

Sebelum ada deklarasi ini, nama Anies memang telah sering dikait-kaitkan dengan Pilpres 2019. Ia bahkan pernah diberitakan termasuk figur yang masuk radar Gerindra untuk dijadikan Cawapres Prabowo. Hanya saja, realisasi pemberitaan itu mungkin agak sulit karena PKS dan PAN sebagai mitra koalisi Gerindra telah mengajukan nama-nama yang diusulkan untuk dipilih Prabowo sebagai Cawapresnya.

PKS mengusulkan sembilan nama, di antaranya Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, sementara PAN mengusulkan ketua umumnya, Zulkifli Hasan.

Gerindra akan mengumumkan siapa Cawapres Prabowo setelah Lebaran 2018 atau sebelum pendaftaran Capres-Cawapres ke KPU pada Agustus 2018. (rhm)

BERITA TERKAIT