Lakukan Penipuan Online, 105 WN China Dideportasi

07/06/2018 09:57 WIB KRIMINAL
-105-orang china penipu.jpg

Denpasar, Harian Umum-  Sebanyak 105 warga negara (WN) China, Rabu (6/6/2018), dideportasi Imigrasi Ngurah Rai, Bali, karena melakukan tindak pidana penipuan secara online.

Deportasi dilakukan setelah para penipu itu diserahkan kepada kepolisian dan Imigrasi China yang diundang secara khusus ke Bali. Sekitar pukul 10.45 WITA, ke 105 WN China itu diterbangkan ke negara asalnya melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan  dua unit pesawat yang dicarter pemerintah Negeri Tirai Bambu.

"Hari ini ke-105 WN China itu kami serahkan kepada polisi China. Mereka diamankan di tiga lokasi di wilayah Denpasar dan Badung," jelas Wakapolda Bali, Brigjen Pol I Wayan Sunartha. 

Ke-105 WN China itu ditangkap pada 1 Mei 2018 di Jalan Perumahan Mutiara Abianbase nomor 1 Mengwi, Badung; di Jalan Bedahulu XI No. 39, Denpasar; dan di Jalan Gatsu I Nomor 9 Denpasar.

Dari lokasi pertama polisi menyita ada 51 unit telepon,  1 unit laptop, 43 paspor, 5 unit ponsel, 2 unit router, 2 unit printer, 26 unit HUB; dari lokasi kedua polisi menyita 20 telepon genggam,  13 router, 2 laptop, dan 1 paspor; dari lokasi ketiga polisi menyita 3 router, 2 laptop,  38 paspor, dan satu HUB. 

Para penipu ini memasuki Indonesia sebagai wisatawan. Modus mereka dalam melakukan kejahatannya adalah dengan berpura-pura sebagai aparat hukum, lalu meminta sejumlah uang kepada para korban. 

Wakapolda mengaku, pihaknya butuh 36 hari untuk memeriksa para tersangka itu secara intensif, sebelum akhirnya dideportasi.

Meski diakui, hingga kini pihalnya belum mengetahui siapa orang yang membantu mereka menyewakan rumah dan mencari pembantu, namun memgakui kalau bersamaan dengan ditangkapnya ke-105 WN China tersebut, ada 11 warga lokal yang ikut diciduk.

"Tapi mereka hanya sebagai saksi," pungkasnya. (man)

 

BERITA TERKAIT