Kepala UPT Monas Diperiksa Terkait Bagi-bagi Sembako Maut

23/05/2018 08:47 WIB HUKUM
sembako.jpg

Jakarta, Harian Umum - Polisi kembali memeriksa terhadap Kepala Unit Pengelola Teknis Monas, Munjirin. Pemberi izin bagi-bagi sembako berujung pada tewasnya 2 anak, pada 7 Mei 2018, di Monas, Jakarta Pusat. 

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono saat dikonfirmasi wartawan belum bisa menjelaskan apa yang digali dalam pemeriksaan itu.

"Nanti hari kamis kepala Dinas Pariwisata yang kami mintai keterangan," ujarnya, Selasa 22 Mei 2018.

Sebelumnya polisi juga telah memeriksa Dave Revano Santosa, Ketua Forum Untukmu Indonesia sebagai ketua pelaksana, Fakta diperoleh dari pemeriksa polisi mengatakan secara syarat, mereka sudah benar sampai izin dikeluarkan.

"Dari hasil penyidikan terhadap ketua panitia kemarin, secara syarat, mereka sudah benar sampai izin dikeluarkan," kata Kepala Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Polda Metro Jaya AKB Jerry Raimond Siagian , Sabtu, 19 Mei 2018. seperti dikutip tempo.co

Acara ini semula hanya diisi dengan pembagian sembako gratis dan panggung hiburan namun berakhir ricuh dan diduga menjadi penyebab tewasnya dua anak yakni Muhammad Rizki Syahputra, 10 tahun, dan Mahesa Junaedi, 12 tahun.

Seusai tragedi nahas ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai pemberi izin dan panitia saling tuding izin sudah benar. Dave menegaskan panitia sudah mengantongi izin dari pemerintah DKI untuk menggelar acara tersebut.

"Pemprov mengetahui dengan jelas bahwa ini ada bagi-bagi sembako," ujarnya setelah menjalani pemeriksaan. Dave didampingi kuasa hukumnya, Henry Indraguna.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Tinia Budiati menampik pernyataan Dave. Menurut Tinia, izin yang diberikan hanya terkait dengan kegiatan budaya dan tari.

"Dalam paparan mereka, hanya kegiatan budaya. Ketika mereka sebutkan akan ada bazar sembako, saya enggak setuju ada bagi-bagi sembako gratis. Itu ada notulennya. Sudah saya lampirkan dalam laporan saya ke Pak Gubernur,"  Selasa, 8 Mei 2018 lalu.

Kendati demikian, kata Jerry, polisi belum sampai pada tahap penentuan siapa yang bersalah atau tersangka atas tragedi pembagian sembako berujung maut tersebut.(tqn)

BERITA TERKAIT