Sebut Bom Surabaya Pengalihan Isu, Dosen USU Ditangkap dan Dinonaktifkan

22/05/2018 12:53 WIB HUKUM
himma dewiyan.jpg

Medan, Harian Umum- Universitas Sumatera Utara (USU) menonaktifkan Himma Dewiyana Lubis dari jabatan sebagai dosen dan kepala arsip, menyusul kasus ujaran kebencian yang membelit perempuan itu.

"Diberhentikan sementara dari tugasnya sebagai kepala arsip USU dan dinonaktifkan mengajar sementara di fakultas karena sedang menunggu hasil penyelidikan oleh pihak kepolisian," jelas Kepala Humas USU Elvi Sumanti, Senin (21/5/2018).

Ia menambahkan, kebijakan ini diberlakukan manajemen kampus agar Himma fokus menyelesaikan masalah hukumnya, namun memastikan kalau manajemen tidak memberikan bantuan hukum karena menilai kasus ini merupakan masalah pribadi, tidak berkaitan dengan USU.

"Rektor USU telah mengimbau kepada seluruh dosen dan civitas akademika untuk menjaga sikap dan lisan. Imbauan ini disampaikan untuk mencegah hal serupa kembali terjadi," imbuhnya lagi.

Himma ditangkap Polda Sumut dari rumahnya d Jalan Melinjo II Komplek Johor Permai, Medan Johor, Medan, Sabtu (19/5/2018) malam. Dia ditangkap akibat unggahan status di Facebook miliknya yang menyebut bahwa serangan bom bunuh diri terhadap tiga gereja di Surabaya pada 13 Mei 2018 merupaka 'Skenario pengalihan yang sempurna #2019GantiPresiden'. 

Status ini dibuat dosen lulusan S2 ini tak lama setelah peristiwa yang menewaskan enam orang dan mencederai puluhan orang lainnya itu terjadi.

Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpau ketika bersilaturahim dengan Rektor USU Prof Dr Runtung Sitepu,SH, Senin (21/5/2018), mengatakan kalau Himma masih ditahan dan diperiksa penyidik Direskrimsus Polda Sumut.

"Oknum berinisial HDL itu masih diperiksa penyidik," katanya.

Diakui, Himma ditangkap dan ditahan karena ada yang melaporkannya ke Polda, namun siapa orang tersebut, tidak disebutkan.

Himma dijerat pasal 28 ayat (2) jo pasal 45A ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.  (man)

BERITA TERKAIT