Penyerang Mapolda Riau Bawa Surat Ajakan Jihad

16/05/2018 23:52 WIB KRIMINAL
secarik-kertas-ajakan-jihad.jpg

Jakarta, Harian Umum- Pelaku tindak pidana terorisme di Indonesia memang unik. Selain gemar membawa kartu identitas seperti KTP dan kartu keluarga (KK), mereka juga gemar membawa sesuatu yang membuat identitasnya mudah terbongkar.

Hal ini juga terjadi dalam aksi penyerangan yang dilakukan sekitar lima orang pria yang diduga anggota teroris ke markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Riau, Rabu (16/5/2018) pagi.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, dari kejadian ini polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya mobil Toyota Avanza yang digunakan untuk menyerang Mapolda, tiga pedang, lima penutup muka, tiga sepatu, sebuah handycam rusak, jaket, sarung tangan, dan ikat kepala.

Namun dari foto yang beredar di kalangan wartawan,  diketahui kalau ditemukan pula sebuah surat 'ajakan berjihad' dari pelaku penyerangan itu. 

"Kalau soal surat itu kami belum tahu, nanti saya cek dulu," jawab Setyo saat dikonfirmasi tentang surat itu.

Inilah isi surat 'ajakan berjihad' itu yang konon ijut menjadi salah satu barang bukti yang disita Polda Riau.

'Amma Badu

Wahai orang-orang yang beriman mengapa apabila dikatakan kepada kamu berangkatlah untuk berperang dijalan Allah kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu entah kamu menyenangi kehidupan di dunia daripada kehidupan di akhirat padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan) kehidupan di akhirat hanyalah sedikit.

Jika kamu tidak berangkat untuk berperang niscaya Allah akan menghukum kamu dengan azab yang pedih dan menggantikan kamu dengan kaum yang lain dan kamu tidak akan merugikannya sedikitpun dan Allah maha kuasa atas segala sesuatu (At Taubah 38 39)

Dan untuk kamu para thougut dan ansharnya “wahai orang-orang kafir mamu pasti akan dikalahkan dan digiring kedalam neraka jahanam dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal” (surat An Naam ayat 12)

Sungguh kami akan terus memerangi kalian walaupun salah satu dari kami akan terbunuh, itu adalah hal kecil bagi kami demi tegaknya ajaran Allah di muka bumi ini. Karena kami tidak ridho diatur oleh aturan kafir yang kalian ada-adakan dan sungguh kami akan terus berperang hingga diri ini semata-mata hanya untuk Allah dan hanya Allah saja yang ada di ibadahku. 

Walhamdulillahirabilalamin'

Seperti diketahui, tadi pagi sebuah Mobil Toyota Avanza yang ditumpangi lima orang, menyerang Mapolda Riau dengan menabak pintu gerbang dan kemudian menyeruduk seorang polisi dan dua orang wartawan yang berada di dekat situ. Si polisi, Ipda Auzar, tewas, sementara kedua wartawan yang masing-masing bernama Madi (wartawan MNC TV) dan Rian Rahman (waryawan TVOne) hanya luka-luka.

Kemudian, seorang pengemudi keluar dari mobil dengan membawa samurai dan mengenakan penutup kepala. Dia mencoba menyerang polisi, namun keburu ditembak, sehingga kehilangan nyawa.

Tiga orang lagi keluar dari mobil dengan membawa samurai dan megenakan penutup muka. Mereka berhasil membacok polisi, namun juga berhasil dilumpuhkan.

Seorang lagi yang mengendarai mobil, melarikan diri. Namun Setyo mengatakan, orang itu sudah ditangkap oleh aparat Polsek Pekanbaru.

Meski demikian Setyo mengatakan kalau hingga kini belum dapat dipastikan para pelaku ini anggota jaringan mana, dan apakah terkait dengan aksi pengeboman tiga gereja di Surabaya dan di Mapolresta Surabaya pada Minggu (13/5/2018) dan Senin (14/5/2018) kemarin.

Selain itu, saat Densus 88 menangkap dua orang di Sumatera Selatan, Senin (14/5/2018), ada terduga teroris yang berhasil melarikan diri.

"Ini mau kami pastikan dulu siapa nama-nama yang lolos itu, karena ada beberapa yang dari Pekanbaru," katanya.

Dua terduga teroris yang ditangkap Densus pada Senin kemarin berinisial HH alias AR (39) dan HS alias AA (38). Mereka ditangkap di Palembang. Dalam penangkapan ini ada enam orang lai yang berhasil melarikan diri.

Kedelapan orang ini ditengaraj akan menyerang Mako Brimob di Sumsel. (rhm)

 

BERITA TERKAIT