UAS Minta Polisi Tangkap Pemotong-Motong Videonya Tentang Bom Bunuh Diri

16/05/2018 10:21 WIB KRIMINAL
UAS.jpg

Jakarta, Harian Umum- Ustad Abdul Somad (UAS) meminta Polri menangkap orang yang memotong-motong videonya tentang bom bunuh diri, sehingga maknanya menjadi berbeda dan sejak dua hari lalu diviralkan kembali.

"Polisi harus menangkap orang yang memotong-motong video saya itu, karena orang itu penyebar hoaks dan orang itulah teroris yang sebenarnya," kata dia kepada TVOne, Selasa (15/5/2018) malam.

Ia mengakui, pemotongan videonya itu telah menimbulkan pemahaman dan persepsi yang salah tentang aksi bom bunuh diri dan jihad yang disampaikannya.

Ia menjelaskan, keterangannya dalam video yang diedit secara tak bertanggung jawab itu adalah jawaban dirinya atas pertanyaan jamaah masjid An Nur sekitar 2-3 tahun lalu, saat kajian subuh. Jamaah itu menanyakan soal bom bunuh diri yang dilakukan rakyat Palestina.

"Saya menjawab bahwa jangan katakan itu bom bunuh diri, tapi katakanlah itu gerakan mati syahid karena saudara kita di Palestina itu bukan bunuh diri tapi mati syahid. Ingat, bangsa Palestina itu sedang berperang (dengan Israel), Indonesia tidak. Jadi, konteks materi pembahasan itu tentang Palestina, bukan Indonesia, karena Indonesia tidak sedang berperang!" katanya.

Menurutnya, untuk Indonesia, jihad untuk mendapatkan mati syahid bukan dengan mengebom di sana sini, membuat orang tak berdosa kehilangan nyawa.

"Tapi dengan shalat berjamaah, membangkitkan ekonomi umat Islam, dan bagi politikus Islam berjuang di bidangnya dengan membuat peraturan perundang-undangan yang berpihak kepada umat, itu juga sudah jihad," tegasnya.

UAS berharap siapa pun orang di luar sana, diminta untuk secara bertanggung jawab memberikan pencerahan kepada umat, bukan melakukan adu domba

Untuk diketahui, video asli ceramah UAS itu diunggah ke YouTube oleh akun Tafaqquh. Dalam video yang asli, UAS juga mengutip Kitab Shahih Muslim dan pandangan dari para ulama besar Islam, mulai dari Al-Ghazali, Syekh Yusuf, hingga Syekh Al-Bani. 

Maka dalam penjelasannya, UAS mengatakan bahwa mati syahid adalah orang yang meninggal karena membela agama dan kebenaran dalam keadaan tidak aman atau perang.

"Sementara, seorang muslim membunuh dirinya karena ingin melepaskan dirinya dari miskin, susah, penyakit, dibunuhnya dirinya itulah yang mati konyol," katanya.
 
Dalam video yang dipotong-potong, si pelaku menyisipkan video peledakan bom panci di Kampung Melayu untuk memberikan kesan kalau aksi bom bunuh diri yang terjadi di Indonesia juga mati sahid, bukan mati konyol.

Agaknya pemotongan video UAS ini memang telah direncanakan, karena mulai viral pada Minggu (13/5/2018), bersamaan dengan aksi bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya.

Patut diduga siapa pun pelaku pemotongan video UAS itu, juga ingin mengesankan kalau aksi yang dilakukan para bomber di Surabaya termasuk mati syahid, bukan mati konyol. Tak heran jika UAS menuding si pelaku adalah teroris, karena bisa jadi si pelaku termasuk orang yang berada di balik serangan di Surabaya itu. (rhm)

BERITA TERKAIT