Napi Kasus Terorisme Bebaskan Sandera Setelah Minta Makanan

10/05/2018 13:36 WIB HUKUM
karo-penmas-polri-brigjen-muhammad-iqbal-dan-kadiv.jpg

Depok, Harian Umum- Brigadir Kepala Iwan Sarjana, anggota kepolisian yang disandera narapidana kasus terorisme di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, yang mengamuk dan membuat kerusuhan, telah dibebaskan.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto, Kamis (10/5/2018) dini hari, mengatakan, Iwan dibebaskan sekitar pukul 00:00 WIB setelah tim negosiator  bernegosiasi dengan para narapidana.

"Negosiasi berlangsung alot," katanya kepada wartawan di Markas Direktorat Polisi Satwa Baharkam, Kelapa Dua, Depok.

Setelah negosiasi selama berjam-jam, para narapidana meminta makanan, dan setelah itu barulah sandera dibebaskan.

"Mereka minta dukungan makanan, maka kita bujuk mereka untuk membebaskan dulu," kata Setyo.

Saat dibebaskan, kondisi Iwan memprihatinkan karena menderita lebam di muka dan beberapa bagiam tubuh.

"Sekarang sudah dibawa ke RS Polri," imbuhnya.

Sebelumnya polisi mengatakan, para Napi kasus terorisme di Rutan Mako Brimob mengamuk dan membuat kerusuhan karena tak senang makanan yang dibawa anggota keluarganya, diverifikasi dulu sesuai standar operational procedure (SOP).

Kerusuhan ini menewaskan salah seorang Napi dan lima anggota Polri yang kehilangan nyawa akibat luka di leher. (rhm)

BERITA TERKAIT