Relawan #2019GantiPresiden Resmi Dilaunching di Monas

06/05/2018 18:33 WIB POLITIK
deklarasi.jpg

Jakarta, Harian Umum- Relawan Gerakan #2019GantiPresiden, Minggu (6/5/2018) resmi dilaunching inisiator gerakan ini, Mardani Ali Sera, di kawasan Monas, Jakarta Pusat.

Deklarasi dilakukan dengan cara membacakan Aspirasi Nasional Gerakan #2019GantiPresiden oleh Mardani, dan diikuti oleh ribuan pendukung gerakan ini yang rela berkumpul sejak pukul 07:00 WIB.

Berikut bunyi deklarasi tersebut:
"Bismillahirohmanirrohim ...
Kita Relawan Nasional #2019GantiPresiden dengan ini menyatakan sikap keprihatinan atas kemiskinan, ketidakadilan, ketidakberpihakan, dan ancaman terhadap keamanan dan kedaulatan negara, serta krisis kepeminpinan saat ini di bumi NKRI, bertekad akan terus berjuang bersama rakyat untuk mewujudkan negara yang berdaulat, adil makmur dan berakhlak mulia.

Dengan mohon ridha Allah SWT dan dukungan seluruh rakyat, kami akan kawal jalannya proses Pemilu yang  jujur, adil dan bebas dari berbagai bentuk kecurangan, sehingga terwujud pergantian presiden secara sah dan konsitisuonal pada 17 April 2019.

Jakarta, 6 Mei 2018
Relawan #2019GantiPresiden

Bersamaan dengan deklarasi ini, panitia merilis website resmi Relawan #2019GantiPresiden dengan domain www.2019gantipresiden.org.

Juru bicara panitia Deklarasi Relawan #2019GantiPresiden, Farid Fatur,  menjelaskan, ada tiga poin penting dalam website ini.
1. Member, dimana relawan diminta mengisi nama dan alamat.

"Kalau sudah diisi, maka otomatis sudah menjadi Relawan #2019GantiPresiden," katanya.

2. Polling yang diminta untuk diisi
3. Informasi tentang semua kegiatan Relawan #2019GantiPresiden

"Jadi, semua kegiatan relawan akan diinformasikan di web. Kalau ada info dari luar web, itu hoaks!" tegasnya.

Mardani Ali Sera menegaskan kalau Gerakan #2019GantiPresiden merupakan gerakan rakyat dengan prioritas mengedukasi masyarakat agar dapat memilih presiden yang amanah dan tidak menyengsarakan rakyat.

"Gerakan ini legal, sah, konstitusional, sesuai pasal 28E ayat (2) dan (3) UUD 1945 bahwa tiap orang berhak untuk berkumpul dan bersyarikat, dan berhak menyatakan pendapat," katanya.

Ia menegaskan, meski gerakan ini coba dipatahkan pemerintah dengan UU Ormas yang baru, pihaknya akan melawan, karena cukup sudah pencitraan, cukup sudah pembohongan dan pembodohan masyarakat.

"Cukup sudah pemerintahan yang menyuruh rakyatnya beternak kalajengking," imbuhnya.

Sepanjang acara ini, teriakan "2019 ganti presiden!" tak henti-hentinya digemakan. Dengan dipandu Neno Warisman dan Mardani Ali Sera, massa meneriakkan hal itu sambil megacungkan jari kelingking dan jempol.

Massa terlihat antusias, meski sinar matahari menyengat.

Mardani mengatakan, dana penyelenggaraan deklarasi ini, termasuk pembuatan website, hanya Rp40 juta.

"Dana dari hasil iuran panitia. Terbanyak dari Neno Warisman," tegasnya. (rhm)

BERITA TERKAIT