Setnov: Gamawan Berperan Mengusulkan Perubahan Anggaran di Kasus E-KTP

14/04/2018 04:28 WIB HUKUM
setno.jpg

Jakarta, Harian Umum - Setya Novanto mengungkapkan, mantan Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, punya peran penting dalam mengusulkan perubahan mekanisme anggaran proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Yakni dari mekanisme pinjaman dan hibah luar negeri (PHLN) menjadi murni dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Kemendagri yang paling berperan dalam pembahasan KTP, khususnya sumber pembiayaan, bukan DPR," kata Setya Novanto saat membacakan pleidoi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jumat, 13 April 2018.

Setnov menyebut usulan tersebut diajukan Gamawan ke Kementerian Keuangan melalui Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Setelah terjadi perubahan mekanisme anggaran, Setya mengatakan, pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong serta mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil, Irman, melobi anggota DPR agar menyetujui perubahan itu. 

Lobi itu, katanya dilakukan antara Andi dan Irman terhadap mantan Ketua Komisi Pemerintahan DPR, Burhanuddin Napitupulu.

Setya dituntut 16 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider enam bulan penjara. Selain itu, jaksa menuntut Setya membayar uang pengganti sesuai dengan uang yang ia terima sebesar US$ 7,4 juta dikurangi Rp 5 miliar.  Setya juga dianggap terbukti menerima jam tangan merek Richard Mille seri RM 011 seharga US$ 135 ribu. Selain itu jaksa juga meminta hakim mencabut hak politik mantan Ketua Umum Golkar itu selama lima tahun setelah menjalani masa hukuman.(tqn)

BERITA TERKAIT