Terjerat Kasus Ujaran Kebencian, Ahmad Dhani Dilimpahkan ke Kejari Jaksel

13/03/2018 01:52 WIB HUKUM
ahmad dhani.jpg

Jakarta, Harian Umum- Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (12/3/2018), melimpahkan tersangka kasus ujaran kebencian atas nama musisi Ahmad Dhani berikut barang buktinya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan.

Pelimpahan dilakukan karena berita acara pemeriksaan (BAP) suami penyanyi Mulan Jamaela ini telah dinyatakan P21 (lengkap) oleh Kejari.

"Hari ini, jam 09.00 tadi sudah diserahkan ke kejaksaan," ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Polisi Mardiaz Kusin Dwihananto di Mapolda Metro Jaya, Senin (12/3/2018).

Setelah dilimpahkan, maka kasus ini sepenuh berada dalam kewenangan kejaksaan, termasuk apakah Dhani akan ditahan atau tidak, hingga kasusnya dilimpahkan ke pengadilan dan kemudian disidangkan.

Dhani tiba di Gedung Kejari Jaksel di Jalan Tanjung, Jagakarsa, sekitar pukul 11:55 WIB dengan mengenakan kaos hitam dan peci dengan warna senada dengan kaosnya.  Politisi Gerindra ini didampingi penasihat hukumnya. 

Begitu turun dari mobil Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jaksel, Dhani tak langsung memasuki Gedung Kejari, melainkan dengan sengaja bersandar ke mobil polisi, sementara kamera awak media terus menyorotnya. 

Pentolan Grup Dewa 19 ini tak memberikan apa pun meski wartawan memberondongnya dengan pertanyaan, bahkan menunjuk penasihat hukumnya, Hendarsam Marantoko, untuk menjawab. 

Dhani diperkarakan oleh Jack Lapian dari organisasi relawan Basuki-Djarot BTP Network pada 9 Maret 2017  ke Polda Metro Jaya. Dia dituduh menyebarkan ujaran kebencian melalui akun Twitter pribadinya, @AHMADDHANIPRAST, pada 6 Maret 2017. 

Dalam cuitannya itu, Dhani dianggap menghasut dan melontarkan kata-kata yang penuh kebencian terhadap pendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Ia disangkakan melanggar pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45 ayat 2 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau ITE.

Jack Lapian juga termasuk orang yang melaporkan Jonru Ginting ke polisi dengan tuduhan yang sama. (rhm)

BERITA TERKAIT