Demokrat Dukung Jokowi di 2019, Kader Bakal Lakukan Pembangkangan Massal

11/03/2018 23:24 WIB POLITIK
sbyyy.jpg

Jakarta, Harian Umum- Keputusan Ketua Umum Partai Demokrat (PD) untuk mendukung Presiden Jokowi sebagai calon incumbent di Pilpres 2019 agaknya akan dibayar mahal.

Pasalnya, kader dan simpatisan partai dengan lambang mirip lambang mobil Mercy dengan warna dasar biru itu kemungkinan akan hengkang ramai-ramai atau memilih tidak memilih Jokowi.

Hal ini antara lain terdeteksi dari kicauan kader PD yang juga bakal caleg di Pileg 2019, melalui akun Twitter miliknya; @panca66, dan polling yang dilakukan seorang warganet.

Sikap Panca itu disampaikan pada 25 Oktober 2017 saat menjawab pertanyaan akun @UNITEDFANS91, dan kicuan itu kini meramaikan lagi timeline Twitter.

"@panca66 Anda bisa jamin tidak akan masuk angin? Dan anda juga bisa jamin setujunya demokrat tidak ada hubungannya dengan isu jokowi-ahy?" tanya  @UNITEDFANS91.

@panca66 pun menjawab begini: "Kalau ini saya gampang jawabnya. Kalau Jokowi-AHY saya mundur dari Demokrat. Sesimple itu. Screenshoot aja".

Bahkan meski SBY telah memberi isyarat akan mendukung Jokowi, Panca tetap mengatakan begini di akunnya itu; "Kami S14P koalisi dengan Gerindra bahkan sudah pernah ada diplomasi nasgor SBY dengan Prabowo. AHY juga pernah menemui Prabowo. Doakan saja ada jalan ke arah koalisi itu," katanya, Minggu (11/3/2018).

Padahal, seperti diketahui, koalisi Gerindra, PAN dan PKS telah menyatakan akan melanjutkan koalisi hingga Pilpres 2109, dan para kader Gerindra pun menyatakan akan mendukung ketua umumnya, Prabowo Subianto, untuk maju lagi di Pilpres 2019 untuk head to head dengan Jokowi.

Indikasi bahwa kader Demokrat takkan milih Jokowi pada 2019, dapat mengacu dari polling akun @roninpribumi yang pesertanya ditengarai juga ada yang dari PD.

"POLLING>> Seandainya Anda adalah kader Partai Demokrat (PD) dan pada akhirnya nanti PD memutuskan mengusung Jokowi sbg capres 2019, maka Anda akan: ..."

Sebanyak 4% menyatakan akan ikut keputusan partai, 82% memilih mendukung selain Jokowi dan 14% menyatakan Golput.

Hingga Minggu (11/3/2018) pukul 16:00 WIB, polling ini telah diikuti 1.367 netizen, dan akan berakhir pada Senin (12/3/2018). 

Seperti diketahui, dalam rapat pimpinan nasional (Rapimnas) PD di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/3/2-18), SBY memberi isyarat kalau PD akan mendukung Presiden Jokowi pada Pilpres 2019.

“Jika Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, menakdirkan, sangat bisa Partai Demokrat berjuang bersama Bapak (Jokowi),” katanya.

Ia mengingatkan bahwa, sebagaimana pengalaman dirinya pada Pilpres 2004 dan Pilpres 2009, perjuangan bersama, apa pun namanya, apakah koalisi, berhasil jika kerangka perjuangannya tepat.

Ia menilai, visi dan misi pemerintahan untuk Indonesia pada 2019-2024 juga harus tepat dan disusun bersama. 
Partai Demokrat, tegas SBY, turut ambil bagian dalam menyusun agenda pemerintahan tersebut. 

"Karena itu sebuah koalisi yang berhasil harus solid dan kuat. Di antara partai-partai koalisi harus saling percaya dan menghormati. Koalisi adalah masalah hati. Kita harus sama-sama bersedia. Partai Demokrat siap untuk membangun koalisi seperti itu,” tegasnya.

Presiden RI periode 2004-2009 dan 2009-2014 ini mengaku, partainya tidak ingin memberikan banyak janji apabila berhasil mengikuti Pemilu 2019. 

“Hal-hal baik dulu (ketika SBY menjabat sebagai presiden), akan kami perjuangkan untuk dilanjutkan. Hal-hal baik di pemerintahan Bapak Jokowi perlu dilanjutkan dan ditingkatkan,” tegasnya. (rhm)

BERITA TERKAIT