Di Usia 3 Tahun, Kobar Tetap Konsisten Perjuangkan Kebenaran

11/03/2018 02:21 WIB POLITIK
rizalnkobar.jpg

Jakarta, Harian Umum-  Di usianya yang ketiga, LSM Komando Barisan Rakyat (Kobar) menyatakan akan tetap konsisten dalam memperjuangkan kebenaran demi terciptanya keadilan dan kesejahteraan rakyat.

"Saat ini kita mengalami stagnasi dalam berdemokrasi karena ada sistem yang dilanggar oleh pemerintahan Jokowi, dan ada kebohongan-kebohongan," kata Ketua Kobar, Rizal Kobar, di sela-sela perayaan Ultah kobar yang ke-3, Sabtu (10/3/2018), di Plumpang, Jakarta Utara.

Ia menegaskan, di usianya yang ketiga pada tahun ini, Kobar akan tetap konsisten memperjuangkan kebenaran, dan tetap istiqomah, demi terciptanya keadilan dan kesejahteraan rakyat dengan terus melawan pelanggaran dan kebohongan-kebohongan itu.

Caranya, kata dia, melalui tulisan dan aksi-aksi.

Ketika ditanya apakah ia tak takut ditangkap polisi lagi, dan dipenjarakan? Calon senator dari Dapil DKI Jakarta ini menjawab, bahwa penangkapan dan pemenjaraan merupakan sebuah konsekuensi dari perjuangan.

"Kami hanya ingin negara ini dikelola dengan baik. Anda bisa bayangkan, di saat rakyat negara ini masih banyak yang membutuhkan pekerjaan, tenaga kerja dari China dibiarkan masuk dan bekerja di sini, dan LGBT dilegalkan. Kalau kita pakai akal sehat, LGBT bukan sesuatu yang harus dilegalkan," katanya.

Ia juga mempersoalkan banyaknya janji Jokowi yang diumbar saat kampnye Pilpres 2014 yang tidak dipenuhi, dan kebijakan-kebijakannya yang membuat Indonesia justru menjadi lebih otoriter dibanding Orde Baru.

Ia tak memungkiri kalau terpilihnya Jokowi-JK pada Pilpres 2014 merupakan kesalahan rakyat yang gampang diperdayai dengan pencitraan. Oleh karena itu, katanya, di Pilpres 2019 Kobar akan mendukung parpol yang didukung oleh ulama, karena NKRI dibangun dari keringat ulama.

"Dulu, saat perang kemerdekaan, ulama ikut berjuang bersama rakyat. Maka, sekarang kita juga harus ikuti arahan ulama, karena apa yang mereka katakan membawa kemaslahatan bagi umat," tegasnya.

Ultah Kobar ke-3 dihadiri sejumlah tokoh nasional dan ketua LSM, di antaranya mantan Mendagri Syarwan Hamid.

Selain diisi hiburan musik, acara yang digelar mulai siang hari tersebut diisi dengan orasi para tokoh dan ketua LSM yang hadir.

Seperti diketahui,  Rizal ditangkap pada 2 Desember 2016bbersama sejumlah aktivis lain dan tokoh nasional seperti Rachmawati Soekarnoputri, Jamran, Ratna Sarumpaet dan Sri Bintang Pamungkas dengan tuduhan akan melakukan makar terhadap pemerintahan Jokowi.

Lucunya, saat disidang, Rizal justru dijerat dengan tindak pidana penyebaran ujaran kebencian sebagaimana diatur dalam pasal 28 ayat (2) UU Informasi dan Elektronik (ITE), dan divonis penjara 6 bulan 15 hari, dan denda Rp10 juta. (rhm)

BERITA TERKAIT