Ketua SC Piala Presiden 2018 Diduga Langgar Pasal 13 UU Protokoler

19/02/2018 02:33 WIB SPORT
maruarar-siraitt.jpg

Jakarta, Harian Umum-  Ketua Steering Committe (SC) Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait, diduga kuat melanggar pasal 13 UU No 9 Tahun 2010 tentang Keprotokolan.

Pasalnya, dia dicurigai sebagai penyebab Paspampres mencegah Gubernur Anies Baswedan ikut menyerahkan piala kepada Persija yang memenangi duel final Piala Presiden kontra Bali United, Sabtu (17/2/2018).

"Nama Gubernur Anies dicoret Ketua SC Piala Presiden di last minute. inpoh valid," kicau pemilik akun Twitter @anonLokal, Minggu (18/2/2018).

Seperti diketahui, usai laga Persija kontra Bali United tuntas dengan kemenangan di kubu Persija, Anies ikut turun dari podium utama bersama Presiden Jokowi dan sejumlah pejabat negara, termasuk Menpora Imam Nahrawi, untuk mendampingi Jokowi memberikan piala kepada Persija, dan memberinya selamat.

Namun, saat akan turun, seorang Paspampres mencegahnya dan mengatakan sesuatu kepadanya, sehingga Anies terpaksa kembali ke tempat duduknya semula. Adegan ini terekam dengan jelas dalam video amatir yang direkam seorang penonton, dan kemudian di upload ke YouTube.

Video itu kini viral dan mengundang reaksi keras dari berbagai kalangan, terutama para pendukung Anies.

"Benar-benar kampungan tindakan paspampres yang menghalau gub @aniesbaswedan di GBK kemaren, entah siapa yang menyuruh, tapi gak layak seorang kepala daerah yang timnya menang dan lokasi pertandingan juga di wilayahnya, diperlakukan begini. Kami akan ingat perlakuan kalian! #PersijaDay," omel pemilik akum @RestyCayah, Minggu (18/2/2018).

Tak hanya itu, saat Maruarar memberikan sambutan, nama Anies tak disebut, meski sebagai gubernur Jakarta, Anies adalah tuan rumah event akbar sepakbola Tanah Air tersebut. Nama Anies juga tidak disebut saat panitia mengumumkan tibanya momen pemberian piala.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengaku heran dan meminta publik untuk menanyakannya kepada Presiden Jokowi.

"Iya, harusnya itu ditanya langsung ke Pak Jokowi, kenapa nggak diajak?" katanya kepada pers disela-sela rilis lembaga survei di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (18/2/2018).

Ia mengakui kalau kejadian ini cukup mengherankan, karena biasanya ada protokoker tersendiri yang melibatkan gubernur dan melakukan komunikasi dengan paspampres.

"Karena itu seharusnya Anies dilibatkan dalam penyerahan piala tersebut," katanya.

Inilah bunyi pasal 13 UU No 9 Tahun 2010 yang diduga dilanggar Maruarar Sirait.
Tata Tempat bagi penyelenggara dan/atau pejabat tuan rumah dalam pelaksanaan Acara Resmi sebagai berikut:
a. dalam hal Acara Resmi dihadiri Presiden dan/atau Wakil Presiden, penyelenggara dan/atau pejabat tuan rumah mendampingi Presiden dan/atau Wakil Presiden.
b. Dalam hal Acara Resmi tidak dihadiri Presiden dan/atau Wakil Presiden, penyelenggara dan/atau pejabat tuan rumah mendampingi Pejabat Negara dan/atau Pejabat
Pemerintah yang tertinggi kedudukannya.

Saat dikonfirmasi tentang tindakan Paspampres yang melarang Anies mendampingi Jokowi memberikan piala kepada Persija, Maruarar mengatakan kalau memang tidak semua pejabat negara harus ikut saat penyerahan piala oleh presiden Jokowi, karena bebarapa pejabat pun tidak ikut mendampingi.

"Itu kan pejabat negara nggak semua turun. Mensos Pak Idrus juga kan nggak turun. Kepala BIN juga. Ya, baik-baik saja," katanya kepada pers di Hotel Sari Pan Pasifik, Jakarta Pusat, Minggu (18/2/2018).

Ia pun meminta agar apa yang tergambar dalam video itu tak usah dibesar-besarkan, karena ia dan Anies tak punya masalah.

Ia bahkan berterima kasih kepada Anies karena banyak membantu mendukung gelaran final Piala Presiden. (rhm)

BERITA TERKAIT