Lewat Petisi, Forum Jakarta Minta Sofyan Djalil Dicopot

15/01/2018 21:16 WIB PEMERINTAHAN
sofyan djalil.jpg

Jakarta, Harian Umum-  Dukungan terhadap upaya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk membatalkan HGB Pulau C dan D mendapatkan dulungan luas dari masyarakat.

Hal ini dibuktikan dengan munculnya petisi yang ditujukan kepada Jokowi-JK, dan diberi tajuk "Copot Menteri BPN RI Yang Melawan Undang-Undang".

Petisi yang muncul di situs change.com tersebut dibuat oleh Aliansi Forum Jakarta, Senin (15/1/2018), dan dalam 5 jam telah ditandatangani 72 orang.

Berikut isi petisi tersebut:

PETISI UNTUK PEMERINTAHAN JOKOWI-JK

COPOT MENTERI NEGARA AGRARIA DAN PERTANAHAN RI YANG MELAWAN UNDANG-UNDANG

Reklamasi menyisakan banyak persoalan dan pelanggaran. Salah satunya adalah pelanggaran UU No. 2 Tahun 2012 tentang Pertanahan Bab III, paragraf 1, oasal 3 & pasal 4 tentang Kewenangan Pemberian Hak Atas Tanah. Jelas tertulis penerbitan HGB hanya untuk lahan seluas dua puluh ribu meter persegi, sementara tanah reklamasi luasnya jutaan meter persegi.

Atas sikap Menteri Pertanahan Sofyan Djalil yang melawan undang-undang, maka RAKYAT menyatakan CABUT MANDATNYA sebagai MENTERI PERTANAHAN NEGARA AGRARIA DAN PERTANAHAN

Jika tuntutan tidak terpenuhi, maka RAKYAT akan mengambil langkah strategis berikutnya.

Aliansi Forum Jakarta

Seperti diketahui, pada 29 Desember 2017 Anies berkirim surat ke Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil yang intinya meminta agar HGB pulau hasil reklamasi di Pantura Jakarta, yakni Pulau C dan D, dibatalkan, dan HGB Pulau G ditunda penerbitannya.

Namun Sofyan menolak dengan alasan jika permintaan dikabulkan, maka akan menimbulkan ketidakpastian hukum. 

Ia menyarankan, jika Anies tetap ingin membatalkan HGB Pulau C dan D, maka sebaiknya menggugat ke PTUN.

Kepada pers, Anies mengaku heran atas penolakan itu, karena sebelumnya, saat ia dan Sofyan berkomunikasi sebelum surat dikirim, Sofyan mengatakan kalau HGB itu dapat dibatalkan.

Ada dugaan kalau Sofyan berubah sikap setelah berkomunikasi dengan Istana. (rhm)

BERITA TERKAIT