Jumat, KPK Periksa Fredrich Sebagai Tersangka Kasus Menghalang-halangi Proses Hukum

11/01/2018 06:41 WIB HUKUM
Jakarta, Harian Umum- KPK meminta Fredrich Yunadi, pengacara Setyfredrich.jpg

Jakarta, Harian Umum- KPK meminta Fredrich Yunadi, pengacara Setya Novanto, kooperatif dengan memenuhi panggilan pemeriksaan, Jumat (12/1/2018).

Pasalnya, Fredrich telah ditetapkan sebagai tersangka kasus merintangi proses hukum perkara korupsi proyek e-KTP yang menjerat kliennya (Setya Novanto).

"Kami harap yang bersangkutan dapat memenuhi proses hukum, dapat hadir memenuhi panggilan tersebut," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (10/1/2018).

Menurut mantan aktivis ICW ini, pihaknya memberi ruang untuk Fredrich memberikan tanggapan atau bantahan atas perkaranya, sehingga bisa dituangkan dalam BAP.

"Jika memang ada tanggapan dan bantahan, nanti bisa disampaikan oleh yang bersangkutan saat dirinya hadir memenuhi panggilan KPK," kata Febri.

Fredrich dijerat kasus menghalang-halangi proses hukum e-KTO karena dia dengan dokter RS Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo, bersekongkol merekayasa kasus kecelakaan yang dialami Novanto saat sedang buron.

Menurut Febri, ada bukti kalau sebelum kecelakaan itu, Setnov telah memasuki rumah sakit dengan dibantu Bimanesh, sehingga diduga kecelakaan itu hanya rekayasa belaka.

Atas perbuatannya, baik Fredrich maupun Bimanesh dijerat dengan pasal 21 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Fredrich juga diketahui telah dicegah KPK, sehingga tak dapat berpergian ke luar negeri. (rhm)

BERITA TERKAIT